Skip to main content

Lago Tanduk : Permainan Tradisional yang terlupakan dari Kerinci

Sejarah
Oleh : Hafiful Hadi S
Lago Tanduk atau sering juga disebut Ngadu Tanduk berasal dari kata "Lago" artinya Berlaga, beradu, sinonim dari kata "Ngadu", sedangkan Tanduk merujuk pada alat yang digunakan saat permainan yang berbentuk Tanduk Kerbau. Tanduk terbuat dari Bambu yang diraut kemudian dililit dengan kain berwarna Hitam dan Merah, diujungnya diberi Rumbai-rumbai dan Giring-giring.
Lago Tanduk berasal dari Dusun Siulak Panjang, salah satu desa tertua di Kawasan Tigo Luhah Tanah Sekudung, Kerinci. 
Pada Mulanya, Lago tanduk dilakukan setelah selesai Panen Padi oleh Bujang Gadis dulunya, Gotong Royong(Baselang) Nuai padi yang dilakukan setahun sekali ini disebut dengan Basembak Ahi Mudo, saat inilah para Bujang gadis dalam dusun Siulak panjang akan bergotong royong ( baselang)  nuai padi, di sawah-sawah orang tua mereka, sawah tertua berada disekitar Guguk Rendah. Nuai Padi biasanya diiringi saling berbalas pantun dan Tale antar Bujang Gadis, ada lagi diiringi Kunun Juge Bunsu Diwo Batinting untuk menambah semangat gotong royong dan sebagai hiburan saat Nuai Padi sehingga tidak terasa lelah. Nuai Padi biasanya dilakukan berkelompok-kelompok antar kelebu dalam dusun itu, setelah Selesai Nuai Padi, barulah Seorang Pemuda akan memasang Tanduk dikepalanya sambil Mencak ( seperti gerakan Silat) untuk mencari lawan ngadu Tandu dari kelompok lain. Setelah bertemu lawan main, maka Tanduk tersebut akan diadu dengan gerakan2 seperti gerakan silat dan enerjik disertai lompatan2 tertentu meniru gerakan Kerbau yang lagi diadu. Ujung Tanduk biasanya juga dipasang pisau Kecil, pemain yang menang adalah Pemain yang tanduknya tidak robek dan tidak rusak saat diadu. Ngadu tanduk juga diiringi oleh alat Musik yang disebut dengan Knong/Canang ( semacam Gong Kecil) yang dipukul bergantian serta alunan puput Serunai dari Bambu.
Selain setelah Nuai Padi, Ngadu Tanduk juga ditampilkan Saat kenduri Sko bedanya saat Kenduri Sko iringan musiknya berupa Dap ataupun Gendang, Gong serta Alunan Nyaho ( mantra memuji leluhur) dari Balian.
Menurut Orang Adat, asal usul Lago Tanduk berasal dari Legenda Bujang Agung dan Sutan Kalimbuk. Bujang Agung tertarik hatinya akan kecantikan Intan Jenun adik Sutan Kalimbuk, untuk menguji kesaktian Bujang Agung, Sutan Kalimbuk melepas Kerbau Jalang miliknya untuk menyerang Bujang Agung, dengan Sigap bujang agung memegang tanduk kerbau tersebut dan memutarnya hingga patah, kerbau tersebut akhirnya jatuh tersungkur, orang-orang yang menyaksikan bersorak mengatakan " Agung Nian Sedaro ini, Indah Nian Sedaro ini" akhirnya  Bujang Agung diberi gelar Depati Agung, Jindah Putih salah seorang nenek Moyang masyarakat Siulak Panjang.







Foto dibawah Ini bersumber dari Saudara Luke Mackin, URL FB : https://www.facebook.com/lukejmackin?fref=ts

                                               

Wawancara dari beberapa Tokoh Adat Desa Siulak Panjang

Comments

Suku Kerinci

Suku Kerinci

Popular posts from this blog

Sekilas Sejarah Perkembangan Islam di Kerinci

Oleh: Hafiful Hadi Sunliensyar

A. Masuknya Islam Ke Wilayah Kerinci

Agama Islam telah  masuk ke kawasan Kerinci sekitar  abad ke  14 M, hal ini dapat dilihat di dalam naskah Undang-undang Tanjung Tanah. Walaupun naskah undang-undang tersebut berasal dari Kerajaan Dharmasraya-Malayupura yang rajanya saat itu penganut Budha Tantrayana, namun sang raja mengirim seorang Khoja (Khwaja) sebagai diplomatnya dalam menjalin hubungan dengan para  Dipati di Silunjur Bhumi Kerinci. Pendakwah itu bernama "Kuja (Khwaja/Khoja) Ali Dipati" sebagaimana yang tertulis dalam naskah (Kozok, 2006).  Khoja atau Khawaja yang dalam tradisi Islam di India maupun Persia merupakan panggilan untuk seorang pendakwah beraliran Tasawuf/Thariqah. Dalam historiografi tradisional 'Kuja Ali Dipati' bahkan tidak diketahui dan tidak pernah disebut sebagai leluhur orang Kerinci, sebaliknya historiografi tradisional tersebut menyebut  enam orang ulama sebagai penyebar Islam di Kerinci pada periode abad 13…

Sejarah Negeri Jambi

Ikhtisar Sejarah Negeri Melayu Jambi
oleh Hafiful Hadi S

Rujukan Utama : Ikhtisar Sejarah Sepucuk Jambi Sembilan Lurah Oleh Usman Meng

Kepercayaan dan agama Suku Kerinci sebelum Masuknya Islam

Suku Kerinci  merupakan suku tertua di pulau sumatera Yang mendiami dataran tinggi kerinci termasuk kedalam Rumpun Proto Melayu,di duga berasal dari yunan dataran cina selatan. Di indonesia suku dayak,suku batak Dan Minangkabau memiliki kedekatan budaya dengan Suku kerinci.
   Sejak Ribuan tahun yang lalu suku Kerinci menganut sistem kepercayaan Animisme dan Dinamisme. Dimana mereka beranggapan ada kekuatan spritual lain yang mengendalikan alam semesta. Kekuatan Lain tersebut menurut mereka adalah sebagai berikut
     1. Peri  sebagai penguasa angin dan elemen udara lainnya serta bersemayam di langit
      2. Mambang Sebagai penguasa Hujan dan elemen air serta bersemayam di Laut
ada beberapa enam mambang yang dipercaya oleh suku kerinci yaitu
Mambang bujangMambang GadihMambang PanyiwatMambang PanyangkitMambang PanjumbukMambang Panyambung       3. Dewo sebagai Penguasa hutan dan elemen tanah serta bersemayam di pegunungan atau  hutan larangan
Selain mempercayai hal tersebut,suku ke…