Skip to main content

Sistem Pemerintahan Kemendapoan di Alam Kerinci

Mendapo

Mendapo atau Mandapa berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti Bangunan Tambahan. Istilah Mandapa tertulis dalam Kitab Nagarakartagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada abad 13 M. Berikut Istilah Mandapa dalam terjemahan Kitab tersebut :
Pupuh ke 8 Alinea ke 5
"Di Dalam, Sebelah selatan Manguntur Tersekat Pintu, Itulah Paseban. Rumah bagus berjajar Mengapit Jalan Kebarat, di sela tanjung berbunga lebat. Agak jauh disebelah barat Daya Panggung tempat berkeliaran Para Perwira. Tepat di Tengah-tengah Halaman Bertegak MANDAPA penuh burung ramai berkicauan.
Kemudian pada Pupuh Ke 9 Alinea ke 3
Di bagian Barat, beberapa Balai Memanjang sampai Mercudesa. Penuh Sesak Pegawai dan Pembantu serta para perwira penjaga. Dibagian selatan agak Jauh, beberapa Ruang, Mandapa dan Balai. Tempat Tinggal Abdi Sri Narapati Paguhan, bertugas Menghadap".
dari sini kita mengetahui fungsi dari Mandapa adalah tempat berkumpulnya para pembesar kerajaan Majapahit.

Adapun di Kerinci, Mendapo( Kemendapoan) ini berkembang menjadi suatu bentuk sistem pemerintahan dimulai pada Abad 13 M. kenapa digunakan Istilah Mendapo? Sebab Mendapo adalah  suatu tempat pertemuan para depati yang masih berhubungan secara historis dan Budaya atau masih berasal dari satu nenek moyang sama. para Depati ini memimpin dusun, Luhah atau negeri masing2. Kemudian para Depati ini membentuk suatu pemerintahan bersama yang kemudian disebut sebagai Mendapo.
Di Kerinci sendiri ada beberapa Mendapo awal. Di Luhah/Negeri/Dusunnya masing2 Depati masih memiliki kedudukan tertinggi namun dalam sebuah kemendapoan ada pembagian tugas diantara para Depati tersebut.
Mendapo di Kerinci adalah tempat kedudukan dari depati yang mengatur wilayah dalam lingkup kemendapoannya. Mendapo dipimpin oleh seorang Depati atau Gabungan dari beberapa Depati dari beberapa Dusun/Negeri yang berasal dari satu leluhur yang sama. Sinonim Dari Mendapo, Atau Pendapa adalah Paseban atau Waseban hal ini tertulis dalam Naskah Undang2 Tanjung Tanah.
Istilah Mandapa, Mendapo, Menapo dsbnya ini Lebih Tua bila di bandingkan dengan Istilah Depati /Adipati. Dalam diskusi teman2 dari Jawa terutama Dalam Group Kerajaan Majapahit WilWatikta bahwa Istilah Depati Di Jawa di Gunakan Setelah Masuknya Agama Islam di Jawa ( sejak Kerajaan Mataram Islam). JIKA kita menganggap bahwa istilah Depati ini di Adopsi dari Jawa maka zaman Depati itu bermula pada abad 16-17 M, tetapi ini Mustahil sebab Istilah Dipati ini sudah termaktub dalam UU Tanjung Tanah abad 14 M ( sezaman dgn Kitab Negarakertagama) besar Kemungkinan Istilah Adipati di Jawa berasal Dari Sumatera ( Kerinci). Dengan Demikian Mendapo dan Depati ini berasal dari periode yg sama. Saya tidak tahu kenapa ada periodesasi yang memisahkan antara Zaman Kedepatian dan Kemendapoan, padahal kedua2nya tidak bisa di pisahkan, sebab depati berkedudukan di tiap2 Mendapo yg di pimpinnya.

Apa Benar Zaman Mendapo ( Kemendapoan ) dimulai dari Abad 20 M?
Mendapo berasal dari Kata Pendopo,Pendapa. masyarakat melayu Muaro Jambi menyebut gundukan bekas Candi dengan Istilah Menapo juga. Mendapo kemungkinan sebuah tempat/Balai/tanah pertemuan para Depati. dalam Sistem pemerintahan adat Kerinci mengenal Istilah negeri yang empat yaitu
1. Taratak
2. Koto
3. Dusun/ Negeri
4. Mendapo.
Mendapo adalah gabungan dari beberapa negeri (setiap negeri dipimpin oleh Depati) yang membentuk suatu persekutuan karena berasal dari satu nenek moyang yang sama. contohnya
Mendapo Limo Dusun/ Sungai Penuh
terdiri dari Depati Bertujuh Permenti Sepuluh Pemangku berdua Ngabi Teh Setiyo Bawo
Depati Bertujuh ini berasal dari beberapa dusun seperti Pondok Tinggi, dusun Baru, Koto renah,sungai Penuh Benik dsb ( Berasal dari satu nenek Moyang Siak Lengih)
Mendapo Semurup
Depati Bertiga Pemangku Berdua Sigumi Bertujuh
Gabungan beberapa dusun seperti Kt. dua, koto tengah, koto datuk. koto baru, koto mudik, dusun balai, berasal dari satu nenek moyang yang sama ( Mangkudum sati, Sutan Rajo Cayo)

Mendapo Siulak (Tanah Sekudung)
Depati Bertiga Pemangku berempat ninik mamak permenti Delapan
gabungan dari beberapa Dusun/negeri : Siulak Mukai, Siulak Panjang, Siulak Gedang, Siulak Kcik dsb berasal dari satu nenek moyang yang sama ( Mangkudum Semat, Imam Bajelil )
sistem kemendapoan ini sudah ada sejak abad 17 M, kemudian diteruskan oleh Belanda saat zaman penjajahan. jadi, seolah olah di bentuk Belanda. Belanda Membentuk pemerintahan berdasar sistem adat agar para Depati tidak memberontak terhadap belanda. zaman kemerdekaan Sistem Mendapo ditukar dengan sistem kecamatan.
Kesimpulan : Kalau di Jawa mandapa bagian dari sebuah Bangunan Kerajaan/Kerato/Candi, di Kerinci Mandapo adalah suatu sistem pemerintahan yang merupakan gabungan dari beberapa Depati, yang sistem ini diteruskan saat zaman kolonial di Kerinci, bedanya saat itu sudah ada Kepala Mendapo yang dipilih masyarakat,

Comments

Suku Kerinci

Suku Kerinci

Popular posts from this blog

Sekilas Sejarah Perkembangan Islam di Kerinci

Oleh: Hafiful Hadi Sunliensyar

A. Masuknya Islam Ke Wilayah Kerinci

Agama Islam telah  masuk ke kawasan Kerinci sekitar  abad ke  14 M, hal ini dapat dilihat di dalam naskah Undang-undang Tanjung Tanah. Walaupun naskah undang-undang tersebut berasal dari Kerajaan Dharmasraya-Malayupura yang rajanya saat itu penganut Budha Tantrayana, namun sang raja mengirim seorang Khoja (Khwaja) sebagai diplomatnya dalam menjalin hubungan dengan para  Dipati di Silunjur Bhumi Kerinci. Pendakwah itu bernama "Kuja (Khwaja/Khoja) Ali Dipati" sebagaimana yang tertulis dalam naskah (Kozok, 2006).  Khoja atau Khawaja yang dalam tradisi Islam di India maupun Persia merupakan panggilan untuk seorang pendakwah beraliran Tasawuf/Thariqah. Dalam historiografi tradisional 'Kuja Ali Dipati' bahkan tidak diketahui dan tidak pernah disebut sebagai leluhur orang Kerinci, sebaliknya historiografi tradisional tersebut menyebut  enam orang ulama sebagai penyebar Islam di Kerinci pada periode abad 13…

Sejarah Negeri Jambi

Ikhtisar Sejarah Negeri Melayu Jambi
oleh Hafiful Hadi S

Rujukan Utama : Ikhtisar Sejarah Sepucuk Jambi Sembilan Lurah Oleh Usman Meng

Kepercayaan dan agama Suku Kerinci sebelum Masuknya Islam

Suku Kerinci  merupakan suku tertua di pulau sumatera Yang mendiami dataran tinggi kerinci termasuk kedalam Rumpun Proto Melayu,di duga berasal dari yunan dataran cina selatan. Di indonesia suku dayak,suku batak Dan Minangkabau memiliki kedekatan budaya dengan Suku kerinci.
   Sejak Ribuan tahun yang lalu suku Kerinci menganut sistem kepercayaan Animisme dan Dinamisme. Dimana mereka beranggapan ada kekuatan spritual lain yang mengendalikan alam semesta. Kekuatan Lain tersebut menurut mereka adalah sebagai berikut
     1. Peri  sebagai penguasa angin dan elemen udara lainnya serta bersemayam di langit
      2. Mambang Sebagai penguasa Hujan dan elemen air serta bersemayam di Laut
ada beberapa enam mambang yang dipercaya oleh suku kerinci yaitu
Mambang bujangMambang GadihMambang PanyiwatMambang PanyangkitMambang PanjumbukMambang Panyambung       3. Dewo sebagai Penguasa hutan dan elemen tanah serta bersemayam di pegunungan atau  hutan larangan
Selain mempercayai hal tersebut,suku ke…