Skip to main content

Traditional Architecture of Kerinci Ethnic

Arsitektur tradisional Kerinci

Rumah Kerinci Klasik
Rumah Tradisional Kerinci biasanya dibuat berjejer sehingga membentuk barisan yang rapi,dalam bahasa Kerinci disebut Larik atau Lahik.Ciri Khas Rumah Tradisional Kerinci adalah atap yang terbuat dari potongan kayu tipis persegi panjang atau terbuat dari Belahan Buluh ( Bambu) yang disusun sedemikian rupa. hal ini masih dijumpai pada tahun 1920 an. setelah pendudukan Belanda Atap Kayu kemudian ditukar dengan atap yang terbuat dari seng. Ciri Khas lain terdapat pada jendela (Singap/ Singem / Singop dan lain sebagainya), jendela rumah biasanya dibuat memanjang yang terletak diantara dua tiang rumah bagian depan. Satu Larik biasanya di huni oleh sebuah keluarga yang masih berkerabat dekat(satu leluhur) biasanya disebt dengan Kelebu. di  wilayah Kerinci hulu dan tengah, setiap rumah dalam larik biasanya dibangun saling menempel, bahkan ada pintu bagian dalam rumah yang menghubungkan rumah satu dengan rumah lainnya. Pntu tersebut dibuka saat upacara adat tertentu saja. Secara Umum bentuk rumah tradisional suku Kerinci sama. namun ada beberapa ciri khas yang dimiliki setiap daerah.bisa dilihat dalam foto di bawah ini

1. Photo Rumah Larik ini diambil Tahun 1941 M oleh seorang Belanda P. Voorhoeve disana tertulis lokasinya Mendapo Hiang
Atap Rumah sudah diganti dengan seng seiring dengan pendudukan belanda di Kerinci


2. Rumah Lahik di Pendung Talang Genting

                                       
3. Rumah Larik di Sekitar Keliling Danau Kerinci
                                         
4. Sisa Rumah Larik di Sungai Penuh dengan motif Keluk Paku, Selampit Tigo pada Bendul Jati
                                           
5. Rumah Larik di Desa Pulau Tengah memiliki atap Yang Lentik
Rumah Larik di desa Pulau Tengah ini memiliki arsitektur yang agak berbeda dengan Rumah Larik lainnya di Kerinci. perbedaan itu dilihat dari atap yang lentik, rumah yang tidak menempel satu dengan yang lainnya serta singap/jendela yang vertikal. Arsitektur ini mirip dengan rumah tradisional di wilayah Kerinci Rendah dan Serampas.
6. Rumah Larik Di Dusun Siulak Panjang.
Setiap larik dalam dusun tertentu memiliki nama-nama khusus seperti dalam kawasan dusun siulak panjang ada yang disebut Lahik Panjang, Lahik Pandak, Lahik Impik, Lahik Dumo, Lahik Diair, Lahik Tengah. didesa lain ada lagi yang menambah Lahik Pantai ( Pantai dalam bahasa Kerinci berarti agak Landai). Rumah Larik Tradisional didesa Siulak Panjang sudah terbakar habis ditahun 1917 M, kemudian dibangun Kembali tahun 1918 an, dengan Kontruksi yang agak diperbarui seperti Jendela yang tak lagi memanjang. Rumah yang dibangun setelah Pendudukan Belanda walaupun masih mempertahankan bentuk rumah Tradisional namun sudah tidak lagi sesuai dengan kontruksi Asli suku Kerinci seperti sudah menggunakan Paku, Kemudian tiang rumah yang tak lagi persegi delapan serta minimnya Ukiran di rumah tersebut.

7. Rumah Larik Kerinci, Lokasi Tidak di Ketahui
                                                                         
 






 

Lumbung Padi
Lumbung Padi dalam Bahasa Kerinci disebut Bilik, Bileik, Galuboa. Bilik dibangun dengan Kontruksi Kungkung yaitu Dinding nya Miring sehingga kelihatan mengembang ke atas. Bilik Memiliki pintu diatas dekat Bubungan. Bilik berfungsi untuk menyimpan Padi selama setahun menjelang Panen berikutnya. dulu setiap keluarga memiliki satu bilik tersendiri. Bangsawan kerinci memiliki ukuran Bilik yang lebih besar dibandingkan yang lainnya. berikut beberapa Bilik Padi

1. Bilik di Desa Siulak Panjang dengan Ukiran Keluk paku Tampuk kelapo di Pelasa/berandanya.
2. Bilik Padi dengan Motif Ukiran yang Indah, Gambar ini diambil pada masa Kolonial belanda di Kerinci ( Lokasi Tidak Diketahui)
3. Bilik Padi Kerinci dengan Atap berupa potongan Kayu
4. Bilik Padi di desa Lolo Gedang dengan Kontruksi yang cukup Hebat
5. Bilik Padi di Desa Koto Petai dengan Motif Ular Nago
6. Bilik Padi di Desa Demang Sakti, Desa Dusun baru Siulak dengan Motif Ukiran Paku Rancang di Tiangnya
7. Miniatur Bilik Padi Kerinci ( Sumber : Mamanda Alimin Dpt https://www.facebook.com/alimin.dpt)
8. Pintu Rumah Kuno Kerinci di desa Lubuk Nagodang Siulak Kerinci Sumber : dari Budayawan Kerinci Azhar MJ   https://www.facebook.com/pages/Azharn-Mj/378835518859505?ref=profile





              

Comments

Suku Kerinci

Suku Kerinci

Popular posts from this blog

Sekilas Sejarah Perkembangan Islam di Kerinci

Oleh: Hafiful Hadi Sunliensyar

A. Masuknya Islam Ke Wilayah Kerinci

Agama Islam telah  masuk ke kawasan Kerinci sekitar  abad ke  14 M, hal ini dapat dilihat di dalam naskah Undang-undang Tanjung Tanah. Walaupun naskah undang-undang tersebut berasal dari Kerajaan Dharmasraya-Malayupura yang rajanya saat itu penganut Budha Tantrayana, namun sang raja mengirim seorang Khoja (Khwaja) sebagai diplomatnya dalam menjalin hubungan dengan para  Dipati di Silunjur Bhumi Kerinci. Pendakwah itu bernama "Kuja (Khwaja/Khoja) Ali Dipati" sebagaimana yang tertulis dalam naskah (Kozok, 2006).  Khoja atau Khawaja yang dalam tradisi Islam di India maupun Persia merupakan panggilan untuk seorang pendakwah beraliran Tasawuf/Thariqah. Dalam historiografi tradisional 'Kuja Ali Dipati' bahkan tidak diketahui dan tidak pernah disebut sebagai leluhur orang Kerinci, sebaliknya historiografi tradisional tersebut menyebut  enam orang ulama sebagai penyebar Islam di Kerinci pada periode abad 13…

Sejarah Negeri Jambi

Ikhtisar Sejarah Negeri Melayu Jambi
oleh Hafiful Hadi S

Rujukan Utama : Ikhtisar Sejarah Sepucuk Jambi Sembilan Lurah Oleh Usman Meng

Kepercayaan dan agama Suku Kerinci sebelum Masuknya Islam

Suku Kerinci  merupakan suku tertua di pulau sumatera Yang mendiami dataran tinggi kerinci termasuk kedalam Rumpun Proto Melayu,di duga berasal dari yunan dataran cina selatan. Di indonesia suku dayak,suku batak Dan Minangkabau memiliki kedekatan budaya dengan Suku kerinci.
   Sejak Ribuan tahun yang lalu suku Kerinci menganut sistem kepercayaan Animisme dan Dinamisme. Dimana mereka beranggapan ada kekuatan spritual lain yang mengendalikan alam semesta. Kekuatan Lain tersebut menurut mereka adalah sebagai berikut
     1. Peri  sebagai penguasa angin dan elemen udara lainnya serta bersemayam di langit
      2. Mambang Sebagai penguasa Hujan dan elemen air serta bersemayam di Laut
ada beberapa enam mambang yang dipercaya oleh suku kerinci yaitu
Mambang bujangMambang GadihMambang PanyiwatMambang PanyangkitMambang PanjumbukMambang Panyambung       3. Dewo sebagai Penguasa hutan dan elemen tanah serta bersemayam di pegunungan atau  hutan larangan
Selain mempercayai hal tersebut,suku ke…