Skip to main content

Kenapa Siulak disebut Tanah Sekudung ?


zaman dulu Mudiklah Wakil Raja Jambi yaitu Pangeran Temenggung Kebul di Bukit untuk mengajak para Depati di Tanah Kerinci menjadi Sekutu Kerajaan Jambi, dia membawa beberapa Helai Kain ke Kerinci untuk di bagi2kan,, pertama kali ia sampai ke kerinci rendah, mulai lah dia membagi kain tersebut, diwilayah Kerinci rendah ada tiga depati yang menndapat kain, yaitu Depati setiyo Rajo, Depati setio Nyato dan Depati Setio Beti. Mudik lagi ke kerinci Tinggi kain tersebut dibagikan kepada Depati Maro langkap, Depati Incung telang,Depati Biang Sari serta Depati batu Hampa,,, sampai kepada Depati batu Hampa kain tersebut habis sedangkan masih banyak Depati yang belum dapat dihulu, maka oleh Depati batu hampar di bagi delapanlah kain milik beliau sehingga Beliau disebut jga Depati Atur Bumi, siapa Yang Mendapat potongan Delapan kain tersebut. pertama Tinggal untuk depati Atur Bumi, kedua untuk Depati Serah bumi di Seleman, ketiga Depati Mudo Terawang Lidah  di Penawar inilah yang disebut tiga dihilir empat dengan tanah Rawang yaitu Depati Mudo  Udo Menggalo Telawang Lidah. kemudian Depati Sekungkung di Depati Tujuh, Depati Setuo di Kemantan dan Depati kepalo Sembah di semurup(disebut Tigo di Mudik) empat dengan tanah Rawang depati Punjung Sepenuh Bumi/Depati Singo lago. Sampai di semurup kain itu habis sedangkan Siulak belum dapat kain, sehingga Pangeran Temenggung memasukkan Siulak kedalam Mendapo Semurup dengan Depatinya Depati Kepalo Sembah Intan, Siulak Panjang dan Dusun Dalam di perintah Oelh Depati Semurup Anggo Nalo dan Depati Semurup Awang malilo. inilah yang menyebabkan Depati tanah Sulak berang terhadap mendapo semurup karena menempatkan depati Semurup diwilayah Siulak sedangkan disana sudah punya Depati Sendiri. maka oleh sebab itu bersembah lah Depati Intan ke Jambi namun Siulak masih masuk mendapo semurup hilir hingga maro sekungkung mati mudik hingga Gunung berapi walaupun iya mendapat ajun arah sendiri,yang kedua bersembah lah Rajo simpan Bumi namun tidak di kabulkan raja Jambi tanah Siulak dan semurup masih satu mendapo yang berbatas dengan maro sekungkung Mati dengan empat depati yang berkuasa yaitu Depati pagar bumi, Depati Mendalo Bumi, Depati Rikno Kumbalo sembah Intan dan Rajo Simpan Bumi Mangku Bumi. yang Terakhir bersembahlah Depati Mangku Bumi ke Jambi dengan mempersembahkan Siamang putih pada Raja Jambi, oleh Raja Jambi beliau di beri Segabung kain dan Sepucuk Surat Piagam dengan wilayahnya hilir berbatas dengan wilayah Ijung panjang, waktu beliau pulang dari Jambi beliau di halangi oleh Depati semurup merah mato,namun beliau di bantu oleh Depati sekungkung Jinak Putih hingga sampai di Sulak. sewaktu kenduri sko di semurup beliau diundang ke sana tepatnya di balai Munganjung dusun balai, tapi kepala beliau dipukul oleh Depati disana sebab tedo ( sembah ) beliau kepada Pangeran di maro Masumai. Depati mangku Bumi  amat marah dengan Kejadian itu, bersama Depati Intan, Rajo Simpan Bumi dan Depati mangku Bumi sendiri mengadakan perang dengan Semurup. Depati Mangku Bumi bersama Depati Sungai langit dengan hulubalangnya Temenggung Baju Bsi berperang di Muaro Ayir Sulak Kcik yaitu di Lubuk Serigi Nambak,  Lubuk Sekijeng Tudung Anyut, Rajo Simpan Bumi di berperang di Hilir Koto Aur, Depati Intan di sekitar Pulau Luweh. karena banyaknya Korban Perang dari Pihak lawan maka Oleh Raja jambi diutuslah Depati Kartanegara membawa tiga Pucuk Piagam beliau singgah di dusun Balai, disana Beliau resmi memisahkan Siulak dari mendapo Semurup dan Siulak disebut tanah sekudung, disebut tanah sekudung karena akhir perang keluarlah dewa dari tanah namanya jadun oleh depati Mangku Bumi jadun itu dipancung sebagai tanda batas siulak dengan semurup. Lokasi terpancungnya Jadun masih bisa dilihat di Hilir koto mebai ada tanda batu Mijan disana. Siulak disebut Anak jantan sedangkan Semurup disebut Anak Batino. ( Wilayah Tanah Sekudung " Hilir sehinggo Aro Tebing Tinggi ( berbatas dengan Semurup) Mudik tersekut ka Gunung Burapi "). setelah singgah Dusun balai beliau meneruskan perjalanan sampai kerumah Gedang Depati Intan, beliau membagi piagam yang tiga Pucuk untuk tiga orang Depati yaitu Depati Intan, Depati Mangkubumi dan Rajo Simpan Bumi. kemudian setelah itu Pangeran Temenggung Kembali menyusun Wilayah Kerinci yaitu biasa Disebut Tanah Tigo Jembo, Lantak Tigo jenjang. Tanah tigo Jembo itu pertama di Hiang kedua di tanah Rawang ketiga Di Semurup, Siulak diluar tanah Tigo jembo karena terpisah dari Depati Empat,delapan Helai Kain. Lantak Tigo jenjang pertama di Hiang kedua di Tanah Rawang dan Ketiga di pumuncak tanah Semurup sebagai tanda batas dengan tanah Sekudung siulak. maka Oleh Sebab Itu Siulak disebut sebgai Tanah Putih,yang memutihkan Kato Rajo,beranjung lain tapian dewek, adat lain Pusako Mencin, kadang disebut pula tanah Rajo dihulu Sungai.

Comments

Suku Kerinci

Suku Kerinci

Popular posts from this blog

Sekilas Sejarah Perkembangan Islam di Kerinci

Oleh: Hafiful Hadi Sunliensyar

A. Masuknya Islam Ke Wilayah Kerinci

Agama Islam telah  masuk ke kawasan Kerinci sekitar  abad ke  14 M, hal ini dapat dilihat di dalam naskah Undang-undang Tanjung Tanah. Walaupun naskah undang-undang tersebut berasal dari Kerajaan Dharmasraya-Malayupura yang rajanya saat itu penganut Budha Tantrayana, namun sang raja mengirim seorang Khoja (Khwaja) sebagai diplomatnya dalam menjalin hubungan dengan para  Dipati di Silunjur Bhumi Kerinci. Pendakwah itu bernama "Kuja (Khwaja/Khoja) Ali Dipati" sebagaimana yang tertulis dalam naskah (Kozok, 2006).  Khoja atau Khawaja yang dalam tradisi Islam di India maupun Persia merupakan panggilan untuk seorang pendakwah beraliran Tasawuf/Thariqah. Dalam historiografi tradisional 'Kuja Ali Dipati' bahkan tidak diketahui dan tidak pernah disebut sebagai leluhur orang Kerinci, sebaliknya historiografi tradisional tersebut menyebut  enam orang ulama sebagai penyebar Islam di Kerinci pada periode abad 13…

Sejarah Negeri Jambi

Ikhtisar Sejarah Negeri Melayu Jambi
oleh Hafiful Hadi S

Rujukan Utama : Ikhtisar Sejarah Sepucuk Jambi Sembilan Lurah Oleh Usman Meng

Kepercayaan dan agama Suku Kerinci sebelum Masuknya Islam

Suku Kerinci  merupakan suku tertua di pulau sumatera Yang mendiami dataran tinggi kerinci termasuk kedalam Rumpun Proto Melayu,di duga berasal dari yunan dataran cina selatan. Di indonesia suku dayak,suku batak Dan Minangkabau memiliki kedekatan budaya dengan Suku kerinci.
   Sejak Ribuan tahun yang lalu suku Kerinci menganut sistem kepercayaan Animisme dan Dinamisme. Dimana mereka beranggapan ada kekuatan spritual lain yang mengendalikan alam semesta. Kekuatan Lain tersebut menurut mereka adalah sebagai berikut
     1. Peri  sebagai penguasa angin dan elemen udara lainnya serta bersemayam di langit
      2. Mambang Sebagai penguasa Hujan dan elemen air serta bersemayam di Laut
ada beberapa enam mambang yang dipercaya oleh suku kerinci yaitu
Mambang bujangMambang GadihMambang PanyiwatMambang PanyangkitMambang PanjumbukMambang Panyambung       3. Dewo sebagai Penguasa hutan dan elemen tanah serta bersemayam di pegunungan atau  hutan larangan
Selain mempercayai hal tersebut,suku ke…