Skip to main content

Tambo Depati marajo

Depati marajo duo beradik:
1.Depati Marajo Hitam,beliau tinggan di sungai liuk,ngingatkan pelak ngan sembilan jumpuk,kelapo sembilan batang,tebat sembilan panggung,arah sembilan bidang
2.Depati Marajo Tuo Payung Alam balik ketanah Siulak menepat ka dusun koto beringin ujung tanjung Malako Kcik terus ka  dusun tanjung merkah kembang dusun tanjung beringin sunsang,di muaro sungai numbuk.
Siapo menyusuk siapo nyeluang siapo menyencang siapo meleteh iolah depati merajo tuo,kedarat bapayung alam,dio membuat pangkan arah,baru ado pangkan arah di mudik dusun koto jiwa,siapo mengirit empai tali menukun lantak iolah nenek rajo liko.sapo menukun lantak iolah nenek datuk,kcik idak basebut gela gedang idak basebut namo,sado dilingkap arah seratus,mano di kato arah seratuh,hilir dusun koto jiwa,lah tumpun ayi mukai,lujung tempat puti seterus mato,mudik sikubu bejajar tigo
Menarah kekoto batu,singgah menutuh daun sikai
Mano dikato arah seratus,belakang dusun siulak mukai
Mudik nenek kito depati merajo itam ke darat bapayung alam tatepat kepayang bajajar tigo,lah mudik pematang lentik,lah tengah kapalok ala panjang,apo maksud ala panjang untuk mengaye arah seratus
Nak naki koto yelalang
Singgah menutuh daun sikai
Mano dikatokan ala panjang
Mudik dusun siulak mukai
Mano di kato ala pandak
Mudik dusun siulak kcik

Comments

Suku Kerinci

Suku Kerinci

Popular posts from this blog

Sekilas Sejarah Perkembangan Islam di Kerinci

Oleh: Hafiful Hadi Sunliensyar

A. Masuknya Islam Ke Wilayah Kerinci

Agama Islam telah  masuk ke kawasan Kerinci sekitar  abad ke  14 M, hal ini dapat dilihat di dalam naskah Undang-undang Tanjung Tanah. Walaupun naskah undang-undang tersebut berasal dari Kerajaan Dharmasraya-Malayupura yang rajanya saat itu penganut Budha Tantrayana, namun sang raja mengirim seorang Khoja (Khwaja) sebagai diplomatnya dalam menjalin hubungan dengan para  Dipati di Silunjur Bhumi Kerinci. Pendakwah itu bernama "Kuja (Khwaja/Khoja) Ali Dipati" sebagaimana yang tertulis dalam naskah (Kozok, 2006).  Khoja atau Khawaja yang dalam tradisi Islam di India maupun Persia merupakan panggilan untuk seorang pendakwah beraliran Tasawuf/Thariqah. Dalam historiografi tradisional 'Kuja Ali Dipati' bahkan tidak diketahui dan tidak pernah disebut sebagai leluhur orang Kerinci, sebaliknya historiografi tradisional tersebut menyebut  enam orang ulama sebagai penyebar Islam di Kerinci pada periode abad 13…

Sejarah Negeri Jambi

Ikhtisar Sejarah Negeri Melayu Jambi
oleh Hafiful Hadi S

Rujukan Utama : Ikhtisar Sejarah Sepucuk Jambi Sembilan Lurah Oleh Usman Meng

Kepercayaan dan agama Suku Kerinci sebelum Masuknya Islam

Suku Kerinci  merupakan suku tertua di pulau sumatera Yang mendiami dataran tinggi kerinci termasuk kedalam Rumpun Proto Melayu,di duga berasal dari yunan dataran cina selatan. Di indonesia suku dayak,suku batak Dan Minangkabau memiliki kedekatan budaya dengan Suku kerinci.
   Sejak Ribuan tahun yang lalu suku Kerinci menganut sistem kepercayaan Animisme dan Dinamisme. Dimana mereka beranggapan ada kekuatan spritual lain yang mengendalikan alam semesta. Kekuatan Lain tersebut menurut mereka adalah sebagai berikut
     1. Peri  sebagai penguasa angin dan elemen udara lainnya serta bersemayam di langit
      2. Mambang Sebagai penguasa Hujan dan elemen air serta bersemayam di Laut
ada beberapa enam mambang yang dipercaya oleh suku kerinci yaitu
Mambang bujangMambang GadihMambang PanyiwatMambang PanyangkitMambang PanjumbukMambang Panyambung       3. Dewo sebagai Penguasa hutan dan elemen tanah serta bersemayam di pegunungan atau  hutan larangan
Selain mempercayai hal tersebut,suku ke…