Skip to main content

Pemerintahan Adat : Siulak Panjang Kelebu Yang Tigo





 


Tabuh Sigegar Bumi di Buat Tahun 1901 M
berada di tengah Negeri Siulak Panjang


Salah Satu Bilik Padi di Dusun Siulak Panjang
                           Salah Satu Larik di Desa Siulak Panjang

umah Gedang Umah Pasusun Depati Mangku Bumi


Siulak panjang kalbu yang tigo:
1. Kelebu Gedang, Depati Agung Jindah Putih
2. Kelebu Tengah, Rajo Simpan Bumi Hampa Setio
3. Kelebu Mudik/Khat Mudik, Depati Mangku Bumi Kulit Putih Suko Dirajo
Luhah yang tigo
1. Luhah Temenggung Mudik
Depati ;
Depati Mangku Bumi Kulit Putih Suko Dirajo
Depati Mangku Bumi Susun Alam
Depati Mangku Bumi Payung Alam
Permentinyo
Temenggung Tuo Susun Negeri
Rio Mudo Mangku Bumi
Rio Mudo Pengapit
Pemangku nyo
Pumangku Rajo
Temenggung Titin Rajo
Apo Kagedeng Diyau, megangkan kerat Kudung gabung Tanah, apo pangkat Umah gedang diyau Umah Utan Umah Tanah, Apo Pusako titaruh Situ
Naruhkan Tembo Utan Tembo Tanah, naruhkan Kris Sepuh Derajat, Naruhkan cunding Gading, Jatah jati Rupo, Pilak Indah taring Mustiko

2. Luhah Temenggung Hilir
disebut pula kelebu Gedang terdiri dari 13 Perut
Depati :
Depati Agung Tuo
Depati Agung Putih
Depati Agung Susun Negeri
Permentinyo :
Temenggung Adil Bicaro
Jindah Putih Tabin negeri
Temenggung Hadir Kayo
Pemangku :
Patih Adil Bicaro
Apo Kagedeng Diyau, Ingatkan Undang dingan Teliti, Megangkan Pancung Sulo Dendo Sati, Megangkan Surat Katubah Panjang, megangkan Musajid Mamuncak satu bajurai empat. Apo Pusko tataruh Situ
Naruhkan Gendang Emas batali Suto, naruhkan Cap karang Indu, naruhkan Suhat Temat Idak babarih, Ado babarih Segedang kaki Nyamok.

3. Luhah Serajo
Orang dalam Luhah ini bercampur dari  Siulak gedang ( Luhah Serajo) dan dari Luhah Temenggung Hilir
Depati :
Depati Rajo Simpan Bumi Hampa Setio Alam
Depati Sengalo
Permenti :
Temenggung Pasak Negeri
Sirajo Tunggan
Pemangku :
Rio Ijo Tahil
Apo Kagedeng Diyau Kaayi babungo pasi, Ka darat babungo Emping, ka Imbo babungo Kayu, Bapiyuk Gdang Batungku Jarang, Bakatin Sirih batatin Pinang, bakembang Lapik Bakembang Tika, Apo Pangkat Umah gedang Diyau Umah Gedang Umah Pasusun, Manyusun Tigo Kalbu Sulak Panjang, Apo Pusko Rumah Gedang Diyau
Naruhkan Bajang Imau Batali Suto, naruhkan Kungkung Padi Gedang, Naruhkan bedil dingan Silareh, Tumbak dingan Sabatang, Galiwang Duo Bilah, naruhkan Rutan duo Lidi.

Mano Uteh Bateh Dusun Sulak panjang di Mudik Koto Muaro di Hilir Koto Cempedak ka Air ka Ayi Gedang Kadarat Guguk Batungku Tigo.
Sulak panjang kalbu yang tigo,sapo menyusuk,sapo ngeluang,sapo menyencang sapo meletih iyolah Demang Sakti Burusik Di Lubuk Pirung Bulan, bumaen Di Bukit Sigenjeng Beruk serempak dengan ninik Rio Mudo
Sapo Dingan Nyacak Dusun laman iyo lah Ninik Pangulu Ajo butempat di Koto Maro
Sapo Dingan Nyusun Dusun laman iyolah Temenggung Tuo Susun Negeri, Nyusun Anak Buah Anak Kemenakan lah didalam negeri ini

Mano Arah Depati Mangku Bumi, Hilir Aro Tebing Tinggi Mudik tersekut Gunung burapi
Manolah arah ninek demang mudik lubuk sawah anggah teruh kalubuk batuah sampai kedarat tanggo bajuntai.
Manolah Arah Depati Agung Mudik Arah Jindah Putih, Hilir Sehinggo Guguk Ndah ,Belah Lujung Guguk Tinggi, belah tengah Air bayang teruh Belah Tumpun Umo Dalam Kair ka Air Gdang
Manolah arah jindah putih, sejak setanggi bedarik, hilir tempat ninek demang, ka air ka air gedang,blah mudik muaro sungai jambu ,itulah arah jindah putih
Manolah arah Temenggung adil bicaro, hilir tempat depati intan kumbalo sri, kamudik bendar sipineng, blah lujung arah depati intan,blah tumpun ayi gedang, itulah arah Temenggung

Dusun yang merupakan Ajun Arah Depati dalam  Luhah  Siulak Panjang
Talang Aro
Koto Rendah
Koto Tengah Siulak
Sungai Betung Mudik
Simpang Tutup
Sungai batu Gantih
Sungai Sirih
Sungai Gelampeh
Tanjung Genting
Sungai Nyuruk
Sungai Laheng
Sungai Renah
Dusun Tinggi
Sungai Sikai

Makam Salah Satu Penyebar Islam di Siulak Panjang  Imam Besar/ Imam Msa



Petilasan Temenggung Adil Bicaro atau Biasa disebut Ninek Baju Besi oleh Masyarakat 
                                                                                

   Makam Depati Agung dan Jindah Putih
                                                                                



 Tabuh Loyang adalah sebuah nekara Perunggu yang disimpan sebagai pusaka dan sekarang masih ada

 Makam Depati Mangku Bumi Kulit Putih Suko Dirajo
                                                                

                                                        
         Guguk Tinggi Tempat Turunnya beberapa leluhur
                                                                          



Sejarah Tabuh Sigegar Bumi
Telah menjadi adat bagi masyarakat kerinci membuat tabuh larangan sebagai pertanda Upacara Adat, Adanya Musibah/bencana, dan alat pemberitahuan bagi masyarakat kerinci, ada beberapa jenis Tabuh/beduk ini.
Pertama Tabuh Larangan yang umumnya terletak ditengah Dusun/negeri, berfungsi sebgai media pemberitahuan kepada masyarakat, Untuk Upacara adat dsb ( memiliki Multi Fungsi)
kedua Tabuh yang terletak di Rumah Gedang, biasanya untuk Upacara Adat, dan sebagai penanda Upacara Penobatan Depati, Tabuh semacam ini penulis pernah lihat di Rumah Gedang Demong Rio Bayan dusun Baru Siulak, Rumah Gedang Jagung Tuo di Dusun Dalam/Siulak Gedang, dan Rumah gedang Serajo Tumbuk Krih Siulak Gedang.
ketiga Tabuh Masjid, berfungsi sebagai penanda waktu Sembahyang, selain itu masyarakat umumnya menggunakan Ketuk sebagai penanda masuknya waktu sembahyang.
Adapun Tabuh Sigegar Bumi dibuat pada Tahun 1901 M atas dasar Musyawarah Adat Siulak Panjang yang terbuat dari kayu Banio. Kayu Banio ini tumbuh di sekitar Sungai Keliki. Pada Tahun 1917 M terjadi kebakaran Hebat yang menghanguskan dusun Siulak Panjang. Larik Panjang, Larik Pandak, Larik Layi, Lahik Tengah, Lahik Lumo habis dilalap si Jago Merah, Namun Tabuh Sigegar Bumi yang terletak di tengah Negeri tidak terbakar sedikitpun. konon katanya Tabuh Sigegar Bumi berguling sendiri dan ditemukan di Pinggir Sungai Batang Merao. Wallahualam

Comments

Suku Kerinci

Suku Kerinci

Popular posts from this blog

Sekilas Sejarah Perkembangan Islam di Kerinci

Oleh: Hafiful Hadi Sunliensyar

A. Masuknya Islam Ke Wilayah Kerinci

Agama Islam telah  masuk ke kawasan Kerinci sekitar  abad ke  14 M, hal ini dapat dilihat di dalam naskah Undang-undang Tanjung Tanah. Walaupun naskah undang-undang tersebut berasal dari Kerajaan Dharmasraya-Malayupura yang rajanya saat itu penganut Budha Tantrayana, namun sang raja mengirim seorang Khoja (Khwaja) sebagai diplomatnya dalam menjalin hubungan dengan para  Dipati di Silunjur Bhumi Kerinci. Pendakwah itu bernama "Kuja (Khwaja/Khoja) Ali Dipati" sebagaimana yang tertulis dalam naskah (Kozok, 2006).  Khoja atau Khawaja yang dalam tradisi Islam di India maupun Persia merupakan panggilan untuk seorang pendakwah beraliran Tasawuf/Thariqah. Dalam historiografi tradisional 'Kuja Ali Dipati' bahkan tidak diketahui dan tidak pernah disebut sebagai leluhur orang Kerinci, sebaliknya historiografi tradisional tersebut menyebut  enam orang ulama sebagai penyebar Islam di Kerinci pada periode abad 13…

Sejarah Negeri Jambi

Ikhtisar Sejarah Negeri Melayu Jambi
oleh Hafiful Hadi S

Rujukan Utama : Ikhtisar Sejarah Sepucuk Jambi Sembilan Lurah Oleh Usman Meng

Kepercayaan dan agama Suku Kerinci sebelum Masuknya Islam

Suku Kerinci  merupakan suku tertua di pulau sumatera Yang mendiami dataran tinggi kerinci termasuk kedalam Rumpun Proto Melayu,di duga berasal dari yunan dataran cina selatan. Di indonesia suku dayak,suku batak Dan Minangkabau memiliki kedekatan budaya dengan Suku kerinci.
   Sejak Ribuan tahun yang lalu suku Kerinci menganut sistem kepercayaan Animisme dan Dinamisme. Dimana mereka beranggapan ada kekuatan spritual lain yang mengendalikan alam semesta. Kekuatan Lain tersebut menurut mereka adalah sebagai berikut
     1. Peri  sebagai penguasa angin dan elemen udara lainnya serta bersemayam di langit
      2. Mambang Sebagai penguasa Hujan dan elemen air serta bersemayam di Laut
ada beberapa enam mambang yang dipercaya oleh suku kerinci yaitu
Mambang bujangMambang GadihMambang PanyiwatMambang PanyangkitMambang PanjumbukMambang Panyambung       3. Dewo sebagai Penguasa hutan dan elemen tanah serta bersemayam di pegunungan atau  hutan larangan
Selain mempercayai hal tersebut,suku ke…