Posts

Biografi Singkat Haji Soetan Imam: Kepala Mendapo Semurup yang Pertama

Image
Biografi Haji Soetan Imam: Kepala Mendapo Semurup yang Pertama oleh: H. H. Sunliensyar


Pendahuluan

Tahun 1903 merupakan tahun yang amat berat bagi rakyat Kerinci. Pasalnya, mereka mengalami kekalahan telak akibat menentang dan melawan Kolonial Belanda. Belanda saat itu ingin menguasai wilayah Kerinci yang masih merdeka. Di Pulau Tengah, Belanda membumihanguskan kampung itu, banyak anak-anak, wanita dan orangtua yang tewas karena bersembunyi di bawah kolong rumah. Kekalahan demi kekalahan harus ditelan oleh orang Kerinci. Beberapa kampung dengan mudah ditaklukkan oleh Belanda tanpa perlawanan berarti.
Setelah seluruh kampung ditaklukan, Belanda menjadikan Kerinci sebagai salah satu afdeelingnya yang dibagi dalam tiga distrik dan 12 Mendapo. Tiga distrik itu adalah distrik Korintji Oeloe, distrik Korintji Tengah dan distrik Korintji Hilir. Masing-masing distrik itu dikepalai oleh seorang demang. Masing-masing distrik membawahi wilayah adat yang disebut sebagai Mendapo dan tiap-tiap mend…

Menelusuri Nenek Moyang Orang Semurup berdasarkan Tembo Incung

Image
 Menelusuri Nenek Moyang Orang Semurup berdasarkan Tembo Incung
Disusun Oleh:  Hafiful Hadi S
Semurup, merupakan satu wilayah adat di Kerinci yang terletak di bagian Hulu atau Barat Laut Lembah Kerinci. Saat ini,wilayah adat Semurup meliputi dua kecamatan di Kabupaten Kerinci yakni kecamatan Air Hangat dan kecamatan Air Hangat. Jauh sebelum itu,  terutama pada masa Belanda, wilayah adat Semurup termasuk ke dalam wilayah Mendapo Semurup dan berada dalam Distrik Kerinci Hulu.
Untuk melacak sejarah nenek moyang yang menghuni wilayah Semurup, mestilah ditelusuri dari sejarah masing-masing suku/kelebu yang menghuni wilayah ini. Pasalnya, tiap-tiap wilayah adat di Kerinci tidak dihuni oleh satu suku semata. Akan tetapi oleh banyak suku. Bayangkan saja satu dusun bisa dihuni oleh tiga atau empat suku/kelebu apalagi untuk wilayah adat yang terdiri dari banyak dusun dan banyak tingkat permukiman.
Upaya untuk melacak asal usul nenekmoyang atau leluhur masyarakat adat Semurup sudah banyak dilakuka…

Hubungan Abadi antara Manusia dan Batu

Image
Apa yang kita pikirkan ketika bertemu batu  tergeletak di jalanan? Sudah pasti kita abaikan begitu saja, karena tiada hal yang menarik darinya atau mungkin kita akan melemparnya dari jalanan karena dianggap menganggu.  Namun tahukah kita bahwa manusia sesungguhnya sangat butuh dan tergantung dari keberadaan bebatuan. Bahkan, sejak kemunculan manusia purba di dunia. Dalam kehidupan terawal, manusia membutuhkan batu sebagai peralatan untuk berburu dan mengumpulkan makanan.  Manusia purba seperti Homo erectus yang hidup sekitar 3 juta tahun yang lalu telah memanfaatkan batu sebagai alat pemotong. Mereka memecahkan sisi-sisi batu tertentu dengan batu pukul sehingga sisi-sisinya menjadi sangat tajam.  Alat batu yang mereka gunakan disebut sebagai kapak batu dengan bentuk beraneka ragam meski pengerjaannya masih sangat kasar.  Di Indonesia, kapak-kapak batu yang digunakan oleh manusia purba ini lazim disebut kapak perimbas, kapak penetak, kapak genggam dan kapak pembelah. Penggunaan batu sebagai …

Nasih Manih, Kuliner Sederhana Sarat Makna dan Kaitannya dengan Tradisi Mulang Penyanda di Kerinci

Image
Sajian Peringatan Kematian Kematian adalah momen duka cita, di mana seseorang mengungkapkan rasa kesedihannya karena ditinggal oleh orang-orang terkasih. Kematian juga melahirkan tradisi-tradisi yang berkaitan dengan peringatan kematian tersebut. Di Indonesia ada banyak tradisi untuk memperingati kematian . Tradisi paling umum adalah  peringatan 3 hari, 7 hari hingga 40 hari kematian. Di Tanah Toraja ada tradisi yang dinamakan rambu solo.  Di Hulu Lembah Kerinci, Dataran Tinggi Jambi, tepatnya di sekitar kecamatan Siulak dan kecamatan Siulak Mukai ada tradisi yang unik dalam peringatan 7 hari kematian seseorang. Mereka menyajikan kuliner tradisional yang hanya ada dalam upacara itu, kuliner tersebut dinamakan sebagai nasi manih. Nasi manih terbuat dari komponen-komponen yang sangat sederhana. Tiga komponen utama adalah pulut putih (ketan putih) yang sudah ditanak (nasi ketan), santan kelapa dan gula tebu merah. Selain itu terdapat pula tambahan garam, daun pandan wangi, daun cengkeh dan k…

Yuk, Lihat Foto-Foto Sultan dan Bangsawan Jambi Tempo Dulu dengan Pewarnaan Ulang

Image
Ada banyak sekali koleksi digital masyarakat Jambi dari akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 M yang tersimpan di dalam museum dan perpustakaan Belanda. Tentu saja foto-foto jadul tersebut berwarna hitam putih. Dengan kecanggihan teknologi saat ini, foto-foto tersebut berhasil diwarnai sehingga terlihat semakin menarik.

Belajar dari Sejarah Masa Lampau: Belenggu Hutang dan Awal Kehancuran Kesultanan Jambi

Image
Kata Slamet Muljana "kenyataan sejarah kadang terlalu pahit untuk ditelan". Namun demikian ia selalu menarik untuk diperbincangkan.  Kejadian-kejadian yang pernah terjadi di masa lampau kadang akan terulang kembali di masa kini dan masa mendatang meski oleh pelaku yang berbeda. Maka benarlah, sebuah lirik lagu yang beken di Malaysia "sejarah mungkin berulang".

Peristiwa yang pernah terjadi di masa lalu, jangan biarkan ia bersembunyi di balik catatan-catatan dan buku-buku usang. Tapi jadikan pelajaran masa kini guna membangun peradaban yang lebih baik. Namun sayangnya, masih banyak yang terlalu enggan. Komik-komik komedi atau novel-novel romantis tampak lebih disenangi banyak kalangan, dari kalangan bawah hingga elit politik. Padahal leluhur kita telah meninggalkan pesan untuk mengambil pelajaran dari peristiwa yang lalu-lalu. Orang Kerinci punya filsafat adat, "ngambeik tuah pado ngan menang, ngambeik cuntoh pado ngan sudah", artinya mengambi…

Sejarah Siulak (Bagian Pertama): Tinjauan Etnohistori