Skip to main content

Posts

Aksara Surat Incung, Riwayat dan Problematikanya

Kontak Dagang dan Awal Mula Mengenal Tulisan

        Menjadi hal yang patut dibanggakan bahwa bangsa Indonesia memiliki ragam kebudayaan termasuk dalam hal tulis menulis. Ada berbagai aksara tradisional yang berkembang dan digunakan oleh suku-suku asli yang berdiam di pulau-pulau nusantara sebut saja surat Batak yang digunakan oleh suku bangsa Batak di Sumatera, aksara Sunda, Aksara Jawa, aksara Bali, dan aksara Lontara yang digunakan oleh suku Bugis.       Lahirnya sebuah aksara tidak lain karena kebutuhan manusia untuk berkomunikasi secara tidak langsung, aksara merupakan simbol-simbol bunyi sebagai ciptaan manusia sebagai media untuk menyampaikan pesan kepada orang lain. Agar simbol-simbol bunyi itu dapat dimengerti diperlukan adanya kesepakatan suatu kelompok manusia dalam menggunakan simbol-simbol (aksara) itu.      Sepanjang riwayatnya, leluhur bangsa Indonesia sejak zaman prasejarah telah melakukan komunikasi secara tidak langsung melalui lukisan-lukisan pada gamb…
Recent posts

Mengenal Adat Kerinci Bagian (1): Susun Tindih Tigo Luhah Tanah Sekudung

Mano yang dikatokan Tigo Luhah Tanah Sekudung, Adat Dewek Paseko mencin, Anjung lain tepian Dewek:  Hilir sehinggo Aro Tebing Tinggi Mudik Tersekut Ka Gunung Berapi di tunggu Depati yang Batigo Urang, Pemangku yan Berenam, Ninik Mamak Permenti yang Salapan. Mano yang dikatokan Depati yang tigo Urang?
Suatu, Depati Intan di Siulak Mukai
Duo, Depati Mangkubumi di Siulak Panjang
Tigo, Rajo Simpan Bumi di Siulak Gedang 


Mano yang dikatakan Depati Intan Berempat Urang?
Pertamo, Depati Intan Tengah Padang Tuo
Kaduo, Depati Intan Panggar Bumi Jati
Katigo, Depati Intan Maro Masumei
Kaampat, Depati Intan Kumbalo Bumi
Permentinyo Batigo Urang:
So, Rajo Indah,

Duo, Rajo Liko, 
Tigo, Rajo Penghulu

Apo Kagedeng (kebesaran) dio? Anak Tuo Cucung Tuo, Parak rajo kabayeng rajo, jauh rajo akan genti rajo, Dio memegang pancung sulo dendo sakti, tebu panjang keladi berisi, puyuh panjang ranto, ketitir panjang dengung, urang yuk urang timpang urang Jibut Beralih muko, Munting Padi mendap ke dalam, pesil…

Menhir di Sumatra Barat, Nisan Islam atau Menhir Megalitik?

Kain-pun Bicara: Menelisik Sejarah Indonesia Melalui Perdagangan Tekstil di Masa Lalu

Arkeologi dan Studi Perdagangan
      Arkeologi pada mulanya lahir dan berkembang di dunia Barat. Munculnya ilmu arkeologi dilatarbelakangi oleh pelampiasan keingintahuan pribadi mengenai masa lalu dan asal usul manusia yang lama-kelamaan berubah menjadi tantangan akan kemampuan berpikir. Kata arkeologi berasal dari bahasa Yunani yaitu 'Arkhaios' yang berarti kuno, tua atau purbakala, dan 'logos' yang berarti ilmu. Secara umum, arkeologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari kehidupan masa lampau melalui tinggalan-tinggalannya yang berwujud artefak, ekofak dan fitur. Melalui tinggalan-tinggalan tersebut arkeolog merekonstruksi sejarah kebudayaan, cara-cara hidup dan prilaku manusia, serta perubahan-perubahan budaya di masa lampau. (Simanjuntak, 2008).      Salah satu studi dalam ilmu arkeologi dalam rangka rekonstruksi kebudayaan adalah studi perdagangan. Perdagangan sendiri didefiniskan sebagai proses interaksi antara individu atau kelompok yang sa…

Naskah Surat Incung Pusaka Debai Saleh Jagung Batuah Dusun Baru Siulak

oleh: Hafiful Hadi Sunliensyar

A. Awal Penemuan
Naskah ini awalnya disimpan oleh Simpan Lamat alias Induk Kalimah yang merupakan pemakai gelar Debai Saleh di Larik Jagung Batuah Dusun Baru Siulak. Sebagai pemakai gelar "Saleh" yang merupakan gelar perempuan bagi "anak Batino" dalam Suku Kerinci, Simpan lamat bertugas sebagai pelaksana bermacam upacara-upacara ritual adat, pengobatan, dan ritual Asyeik. Namun ketika beliau wafat segala alat-alat ritual yang berada di dalam rumahnya dibuang oleh anak keturunannya dengan cara diletakkan dalam makam Ninek Debai yang berada diperbatasan Desa Dusun Baru Siulak dan Siulak Panjang, termasuk pula naskah Surat Incung ini.  Dikarenakan penulis masih punya hubungan geneologis dalam luhah Jagung Batuah dari kakek pihak Ayah maka penulis merasa punya tanggung jawab untuk memelihara dan menjaga naskah ini. B. Bentuk dan Fungsi Naskah
Naskah Surat Incung ini ditulis pada seruas bambu, dengan bagian ujung atas terbuka dan ujung b…

Referensi tentang Sejarah dan Budaya Kerinci

Berbagai referensi sejarah dan budaya Kerinci bisa dilihat dan didownload disini

1. Peranan Kesultanan Jambi dalam Penyelesaian Konflik di Kerinci antara Wilayah adat Semurup dan Siulak pada abad 17-18 M,  lihat disini:
https://www.academia.edu/24045244/Peranan_Kesultanan_Jambi_dalam_penyelesaian_konflik_di_Kerinci_antara_wilayah_adat_Semurup_dan_Siulak_pada_abad_ke_17-18_M_Kajian_terhadap_beberapa_salinan_dan_transliterasi_naskah_piagam_dari_tambo_Kerinci_oleh_Petrus_Voorhoeve_

2.Ritual Asyeik sebagai Akulturasi antara Kebudayaan Islam dan Pra-Islam Suku Kerinci. lihat disini:
https://www.academia.edu/24462990/Ritual_Asyeik_sebagai_Akulturasi_Antara_Kebudayaan_Islam_dengan_Kebudayaan_Pra-Islam_Suku_Kerinci

3. Ragam Pakaian Adat di Wilayah Tigo Luhah Tanah Sekudung, lihat disini:
https://www.academia.edu/24541581/Ragam_Pakaian_Adat_di_Wilayah_Adat_Tigo_Luhah_Tanah_Sekudung

Boleh mengutip asal menyebut sumber! hargailah setiap tulisan dan karya ilmiah orang lain.

Sejarah Kerinci: Siulak Pada Zaman Kolonialisme

Siulak pada Zaman Kolonialisme Oleh: Hafiful Hadi Sunliensyar

 Gambar 1. Haji Idris bin Haji Soetan Imam(bersurban di tengah) salah satu anak dari Haji Soetan Imam berfoto di depan Masjid Raya Siulak pada Tahun 1960-an
Pada tahun 1901 M, Terjadi pembunuhan terhadap 14 orang utusan yang dipimpin oleh Imam Marusa di dusun Lolo Gedang, utusan tersebut bertujuan berunding dengan Para Depati agar menerima tawaran Belanda yang hendak membangun loji dagang di Kerinci. Utusan tersebut dikirim oleh Sultan Dayat dari Muko-muko atas perintah controleur Indrapura Manupassa dan Resident Bengkulu. (Eman Canser, kerajaanairpura.blogspot.com). Pada Tahun 1902 M, Regent Indrapura Sultan Rusli sekaligus menjabat Sultan Indrapura mengutus rombongan yang dipimpin oleh Sultan Iradat guna berunding dengan Depati IV dan VIII Helai Kain serta memberitahu agar rakyat Kerinci bersiap-siap menghadapi Belanda yang berniat hendak menaklukan Alam Kerinci. Sultan Iradat menyarankan agar rakyat kKerinci menerima ke…

Suku Kerinci

Suku Kerinci