Rabu, 08 Januari 2014

Dialog Seru : Mengenai Sejarah Adat yang digunakan di Bumi Sakti Alam Kerinci

  • Dialog ini Muncul dari sebuah Artikel  dalam salah satu media sosial mengenai Sejarah adat Kerinci, dimana dikatakan bahwa Kerinci menganut Adat dari Minangkabau padahal sebenarnya Orang kerinci zaman Dahulu sudah mempunyai adat dan Aturan sendiri sebelum datangnya Islam. Marilah kita Pahami dialog2 di bawah ini,kemudian kita Ambil kesimpulan dari Dialog berikut, Mudah2an bermanfaat bagi saudara sekalian pecinta Budaya



     Hafiful Hadi Sunliensyar Kinci makai Adat Meh Sa Meh,,, Undang2 Turun dri Minangkabau, Balik Ka Minangkabau, Teliti Mudik dari jambi, Balik Ka Jambi, Serak Mambubung ka ateh langit, Pusko jatuh ka batang Rantau,, Meh Sa Meh tinggan dikito,,,,

  • Hafiful Hadi Sunliensyar Undang2 Minangkabau, dan Teliti jambi sudah Di Tulak bung, Tulak Angkah oleh Ninik mamak depati pangulu Alam Kinci, semasa pertemuan Di Tanjung Simalidu Perban Besi

  • Ilyas Soni mantap sanak ..... Walaupun undang balik ke Minangkabau, taliti balik ke Jambi dan syarak membubung ke langit, dari ketiganya diambil juga inti-intinya oleh Orang Kerinci, seperti halnya pepatah menyatakan :
    “Lembaga tidak jadi kalau tidak dengan undang, undang tidak jadi kalau tidak dengan taliti”
    Meneliti haruslah menurut adat yaitu adat yang bersendi syara’, syara’ yang bersendi Kitabullah.

  • Hafiful Hadi Sunliensyar Meh Sa meh tinggan Dikito, kusut2 diusainya, silang2 bapatut, keruh2 bejernih, sarang2 bebagih, rangkang2 besusun, lapuk2 dibarui, kuman disesah. Kok lah terjun dipernaik, jikalau salah baliat, jikalau benar bajingok

    Ilyas Soni Artiny Kedaultan Tanah Kerinci setara dgn Kerajaan Pagaruyung dan Kerajaan Jambi duluny mengingt lelhur kita berani mengambil keputusan menolak hukum yg dtang dari Jambi dan Pagaruyung yg dianggap tdk sesuai ......
  • Hafiful Hadi Sunliensyar Undang, Taliti Jambi, adat Parbokalo Alam Kinci,, disatukan Jadi lah karang Satio dingan Semangkuk,,,, Undang2 mulanya, Luko Bapampeh Mati babangun (ini dipakai di Minangkabau),, kemudian Oleh Nenek Moyang Kito Kinci dulu, ini tidak bisa dipakai di Kerinci,, Kemudian kata2nya diperbaiki,," Salah Bunuh memberi bangun, Salah Pauk Memberi Pampeh" ini yang dipakai di kerinci......

    Hafiful Hadi Sunliensyar ya begitulh,,, Namun Dulunyaa Wilayah Alam Kerinci ini penduduknya terpecah Belah,, tiap2 Negeri Punya Depati sendiri2, setiap kampung sering berperang merebut Batas Wilayah, dll,,, maka Itu, sebagaian Depati2 dri masing2 negeri Bersekutulah Dengan Raja Jambi, Agar kerinci Aman, tidak perang terus menerus,Imbalannya Depati tersebut dapat Hadiah dari Raja Jambi, sedangkan Kerinci memperoleh keamanan dari berbagai sengketa antar negeri,,, Oleh Pangeran Temenggung di Buatlah Pemerintahan Depati Empat, Delapan helai Kain.
    Seperti yang dikatakan Dalam Adat,, terutama dalam Kajian Lembago Yang empat, lembago terakhir adalah Lembago alam,,
    dalam Lembago Alam dijelaskan
    dimano tumbuhnyo mendapo batumbuk samo mendapo, negeri batumbuk Samo negeri ( kalau Terjadi perang Antar negeri), bagimano alah Dawahnyo Kito dakwah dingan baundang ( penyelesaiannya dengan Undang2) bagaimano lah kajinyo ( Proses Penyelesaiannyo )
    Sari ado sari banamo
    sari ado sari bagala
    sari guntur sari Kilat
    sari batapuk Talingok angat
    sari mati sari Mamanjo
    sari manakuk Amban Tanah
    kreh di takik Lunak disudu
    Cingok Panakin balik Panuhun
    Cingok Akan Udang Sabalik batu
    cingok padang Sabalik Imbo,
    idak Jugo sdang di Situ ( jika Tidak ditemui kata sepakat/penyelesaiannya)
    Idak baremeh Bungka Diasah
    Idak bakayu jenjang dikeping
    idak ba breh Atah dikisai Pakaro ini dilajukan Jugo,,
    Idak Jugo Sdang Disitu ( Jika Tidak ditemui kata sepakat/penyelesaian dan kata Sepakatnya)
    Tembesun Tembawang Awang
    Tunggak ka Ateh bumbung kabawah
    kito tuik kito tanyo
    bapasir ili bapadang Mudik
    idak Jugo sedang disitu (jika Tidak ada kata Putusnya)
    Naik balai Turun Mandapo
    Cingok Musajid Yang duo Puluh
    Kito Tekin Ka Tanah Hiang
    Lik Bukit Kajang Selepak
    disitu bane batumbuk Tigo ( perkara ini akan diMusyawarahkan Ke Tanah Hiang)
    Idak Jugo Sdang disitu ( jika tidak selesai)
    Kito di barili lah Mak Kalam
    Kito lah Terejun Remak Ayi
    Batali Aluh Bacetak Lemah
    Idak Jugo sedang disitu ( Jika Tidak Selesai)
    Talitih Batali Galeh
    Undang2 Batali Semat
    Dukung Breh Jago Sangu
    Jinjek di Pasmat yang duo beleh
    Berentak Tajuk Ngili Ku Jambi
    Baratamu dingan Rajo kito batigo uhang
    Mano Rajo batigo Urang
    1. Pangeran Sukarta
    2. Pangeran SutoJayo
    3. Pangeran Temenggung
    dari sini diketahui untuk perselisihan antar Kampung/negeri atau mendapo,,,bila tidak terselesaikan di Alam Kerinci, maka Penyelesaiannya berada ditangan Raja Jambi,,,
    Sejak Saat itu Alam Kinci Aman, Seletuh bedilnyo sahalun Suhak nyo,
  • Syafriadi Wokey Kepemerintahan depati yg berempat kerinci bukan di bentuk oleh datuk temanggungan...gelar depati adalah gelar pimpinan adat binaan nek merpatih nang sebatang, gelar depati tidak hanya di kerinci, ada di bangko, serampas, bangka belitung,

    Hafiful Hadi Sunliensyar Pangeran Temenggung cuma menyusun struktur pemerintahan yang lebih baik lagi di alam kerinci dengan Nama pemerintahan Depati empat, Delapan Helai Kain,, Sebelum itu Sudah ada nama Depati,, Buktinya dalam Kitab UU Tj. Tanah sudah disebut gelar Depati ini,,,,, Disana Di tulis Dipati artinya Labih dari Sakaliyan,, terjemahan Uli Kozok Dipati itu artinya Yang Unggul ( Lebih dari Orang Sekalian )

    Syafriadi Wokey Maso itu maksud nyo Maso depati yang berempat menolak adat dari pagaruyung..di kerinci hanyo ado empat depati yg berdaulat..kalau ada depati yg lain di negeri lain dalam wilayah kerinci itu merupakan kesatuan dari depati yg berdaulat..

    Syafriadi Wokey Maso helai kain itu, adalah maso tugas depati semakin bertambah wilayah daulat nyo..depati atur bumi hiang, membagi wilayah daulat nyo kepado setiap helai kain kepado seorang depati. Dibagi menjadi 8 helai kain. Wilayah daulat dari hiang sampai siulak....

    Hafiful Hadi Sunliensyar Adat Kerinci yang dipakai Sekarang ini memang harus diakui telah banyak perubahan terutama setelah masuknya agama Islam (walaupun awalnya mereka menolak perubahan seperti kata2 Tolak Bung Tulak Angkah sebab Kerinci sudh punya aturan dan adat Sendiri),, dikarenakan Adat yang asli dan adat Purbokalo sudah tidak sesuai lagi dengan Agama yg dianut,, Akibatnya Nenek Moyang Dulu kembali mengatur adat Supaya lebih baik Lagi, terutama Dari Kitabullah,,,, selain Itu Jambi dan Minangkabau adalah daerah yang duluan Islam oleh sebab itu aturan mereka menjadi acuan utama dalam menyusun kembali hukum adat tsb,,,,,

    Syafriadi Wokey Maso depati yg berempat berdaulat tidak tepat di tambah dengan 8 helai kain...karena di waktu depati atur bumi hiang membagi wilayah menjadi 8 wilayah daulat..bersama dpt rencong telang pulau sangkar membagi wilayah 3 wilayah daulat. Pl.sankar lulo lempow.
  • Hafiful Hadi Sunliensyar Apo dingan Idak tepat,, Lempur itu seliring Kulambu rajo,, idak masuk Depati Incung telang walaupun uhang itu burasa dri Pulau Sangka,,,,

  • Hafiful Hadi Sunliensyar Depati Batu hampa itu bagela Duo,,, kalu duduk di sandaran Agung gelar Depati Batu Hampa Anak batino Depati Empat,, kalu Duduk di Hiang Tinggi gelar Depati Atur Bumi anak batino Selapan Helai Kain

    Hafiful Hadi Sunliensyar Depati empat, dengan Depati 8 helai kain,, duduk samo tinggi tegak samo rendah,,,

    Hafiful Hadi Sunliensyar Salah Satu Buku yang perlu diralat kembali adalah buku dg sampul kuning berjudul "adat lamo Pusako usang" karangan H. Rasyid yakin uhang Pulau Sangkar,, Buku Ini dikarang bukan atas hasil Kerapatan Adat Alam kerinci,,, disitu dituliskan Wilayah Atur Bumi berwatas dengan Depati Biang sari sampai Siulak Tanah Sekudung,, padahal Depati di tanah Sekudung sudah di legitimasi dengan Surat Piagam dari jambi dan batas wilayah nya Hilir aro tebing tinggi (Pulau Luweh/Semurup) mudik tersekut Gunung burapi,,,, begitu Pula Depati di wilayah Mendapo Salapan helai kain semuanya Punya Surat piagam,, Sungai penuh punya Surat Piagam dri jambi,,,,, Depati Empat dan Delapan Helai kain adalah satu kesatuan dengan batas Wilayah yang berbeda,,,

    " Mano Uteh dingan bateh Depati Empat dngan Salapan helai kain "
    Kubawah Arun Dalam Ku dateh Tebing Tinggi , Tanjung Baringin Pulai gading, kayu embun bajaja tigo
    kalu sehinggo itu hilir Pegang dio Depati Empat kalau Sehinggo itu Mudik pegang Salapan helai kain, kalu Tanah Sudah bagabung, kalu sungai sudah babatang, kalu genggam Sudah bauntuk, ingat karano masing2,,,,,

    Batas Wilayah sejak dulu adalah pembahasan yang sensitif sehingga sering terjadi peperangan seperti yg saya ungkapkan di komentar sebelumnya

    Hafiful Hadi Sunliensyar dengan kata Lain Pemerintahan " Depati Empat, delapan helai kain" itu adalah bentukan Pangeran Temenggung depatinya di beri Surat Piagam,, Dan Masih Banyak Depati di kerinci yg tidak dapat Piagam padahal mereka punya Tanah Wilayat,,,

    Hafiful Hadi Sunliensyar Kain yang dibagikan Pangeran Temenggung tidak cukup, kain kebesaran itu habis sampai kepada Depati batu hampa,, Oleh kebijaksanaan Depati batu hampa, kain Beliau di bagikan jadi delapan,, Satu helai tinggal untuk beliau sendiri dan tujuh lainnya dibagikan kepada Depati di hulu yang banyak belum dapat,, atas kemuliaan hati depati batu Hampa beliau diberi dua Gelar satu bergelar Depati Batu hampa jikalau beliau duduk di sandaran Agung,, dan Depati Atur bumi kalau beliau duduk di Hiang Tinggi,,,,,

    Syafriadi Wokey Jadi depati empat diateh tigo di baruh..itu mano bae..ngapo depati dapat piagam dari jambi..padahal penggelaran depati itu diberi daulat oleh nek marpatih nang sebatang. Paga ruyung..waktu kerajaan pagaruyung terbentuk..kerajaan melayu jmb dlm keadaan mati

    Hafiful Hadi Sunliensyar depati Empat di ateh tigo di baruh itu disebut juga Depati yg bertujuh namanya dalam kaitan antara Kerinci rendah dengan Kerinci Tinggi,,,, Depati empat samo bae yaitu Dpt maro langkap, Incung Telang, biang Sari dan Batu hampa ( empat diateh ),,,, Tigo dibaruh ( Dpt setio rajo, setio nyato dan setio beti )
    Depati itu bukan di bentuk oleh perpatih nan Sebatang, perpatih nan sebatang cuma membawa adat ke kerinci, itupun awalnya di Tolak,
    Kerajaan Pagaruyung terbentuk sezaman dengan Kerajaan Melayu jambi ( bedakan antara Kerajaan Malayu kuno dengan Kerajaan Melayu Jambi)

    Kerajaan melayu Jambi raja pertamnya adalah Puti selaro Pinang masak denga Datuk paduko Berhalo dilanjutkan anaknyo Rangkayo Hitam,,, dan berlanjut sampai berubah menjadi Kesultanan Jambi,,

    Hafiful Hadi Sunliensyar dimasa kesultanan Jambi inilah Pangeran temenggung membentuk sistem pemerintahan Depati Empat, Delapan helai kain, Empat diateh Tigo di baruh,,,, Piagam Yang di terima Depati Intan Bertanggal 1116 H kira2 tahun 1695 M jadi terbentuk kira2 abad 16-17 M,,,,,,,

    Syafriadi Wokey Kito clear kan satu masalah dulu..kayo ngato depati dibentuk / berada dlm pengaruh pangeran temenggung...bulih aku minta paktor pendukung...aku akan jelaskan ngapo aku berani ngato depati bentukan/ dlm pengaruh nek merpatih nang sebatang...

    Agustian Malayu Datukdewapahlawan Puti unduk pinangmasak bedakah dengan puti selaro pinang masak? Rangkayo Hitam tersebut di lahirkan di kerinci sama kah yang di jambi

    Syafriadi Wokey Puti unduk pinang masak/puti serunduk pinang masak itu Satu orang, hanyo dialeg bahaso daerah bae. Puti/putri selaro(selaras)pinang orang nyo beda...rang kayo hitam di jambi, beradik kakak dgn rang kayo pingai dan rang kayo pengadaran, tentu...

    Syafriadi Wokey Rang kayo hitam yg lahir itu..orang hitam tapi kayo trus beranak...banyak tu....tapi idak anak rajo...mano pulo ado rang kayo hitam lahir dikerinci...kecuali yg ku sebut tadi...

    Hafiful Hadi Sunliensyar Kalau" Depati " itu gelar sko yang lah ado turunh temurun ngan di pakai di Alam Kinci,,, Buktinyo dalam naskah UU tj Tnah sudah di sebut istilah Dipati disana ditulis " Dipati nama labih deri sekelian " yg di buat abad 14 M saat itu Dharmasraya masih menganut agama Budha Belum ado kerajaaan pagaruyng.

    yang Dibentuk Pangeran Temenggung Dari Jambi itu adalah Pemerintahan " Depati empat, Delapan helai Kain" + tigo dibaruh . Bukti Surat Piagam yg dipegang depati yg,, alasannya kayo baco komen ini iluk2 jak awal,, jangan aq payah cerito balik2 kayo idak jugo ngerti

    Hafiful Hadi Sunliensyar Perpatih nan Sabatang itu di Kinci idak nyo mao gelar Depati di Kinci alasan,, di darek itu idak ado satupun Gelar adat/ gelar sko makai " Depati " uhang itu makai gelar "Datuak".
    Perpatih nan Sabatang itu turun ka alam Kinci mao Undang2/ hukum, itupun awalno di tulak oleh Dipati alam kinci sebab uhang lah makai adat meh sa Ameh sejak dulu,,,,,,,

    Hafiful Hadi Sunliensyar perlu kayo ketahui Naskah UU tanjung tanah itu naskah melayu tertua di Dunia,,,, Idak ado bukti ngan lebih dari itu,, tembo2 bertulisakan arab Melayu pun baru dibuat sekitar abad 17-18 M, dalam arti kata uhang dingan nulis tembo itu nenga cerito uhang tuo dulu jugo
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: