Rabu, 20 Februari 2013

Kepercayaan dan agama Suku Kerinci sebelum Masuknya Islam


 Suku Kerinci  merupakan suku tertua di pulau sumatera Yang mendiami dataran tinggi kerinci termasuk kedalam Rumpun Proto Melayu,di duga berasal dari yunan dataran cina selatan. Di indonesia suku dayak,suku batak Dan Minangkabau memiliki kedekatan budaya dengan Suku kerinci.
   Sejak Ribuan tahun yang lalu suku Kerinci menganut sistem kepercayaan Animisme dan Dinamisme. Dimana mereka beranggapan ada kekuatan spritual lain yang mengendalikan alam semesta. Kekuatan Lain tersebut menurut mereka adalah sebagai berikut
     1. Peri  sebagai penguasa angin dan elemen udara lainnya serta bersemayam di langit
      2. Mambang Sebagai penguasa Hujan dan elemen air serta bersemayam di Laut
ada beberapa enam mambang yang dipercaya oleh suku kerinci yaitu
  • Mambang bujang
  • Mambang Gadih
  • Mambang Panyiwat
  • Mambang Panyangkit
  • Mambang Panjumbuk
  • Mambang Panyambung
      3. Dewo sebagai Penguasa hutan dan elemen tanah serta bersemayam di pegunungan atau  hutan larangan
Selain mempercayai hal tersebut,suku kerinci juga memuja Roh para leluhur mereka. mereka yakin sekali bahwa roh nenek moyang selalu memelihara Dan menjaga anak keturunannya dari Marabahaya. Oleh sebab itu, Suku Kerinci Memiliki ahli agama Tersendiri yang mereka sebut dengan Balian. karena mendapat pengaruh Islam balian ini kadang di sebut sebagai Balian Saleh merujuk pada orang yang taat melaksanakan ajaran agama. Balian saleh pada umumnya adalah  perempuan namun ada juga yang laki laki. Selain sebagai perantara Komunikasi dengan roh leluhur,balian saleh juga berperan sebagai tabib atau dukun serta memimpin berbagai ritual dalam rangka memuja  roh leluhur (mirip dengan fungsi pedande di daerah Bali).
      Ini adalah sedikit Gambaran Para Balian Saleh yang di potret tahun 1920 an sewaktu zaman Kolonial Belanda. Pada Waktu Upacara Kenduri Sko


Balian ini juga di bagi menjadi beberapa kelompok lagi
1. Balian Tuo/Saleh Gedang sebagai anak batino tuo
Balian yang ini biasanya yang menunggu rumah Gedang(rumah adat orang kerinci),dan menjadi pemimpin bagi para belian lain dalam melakukan ritual yang di selenggarakan oleh negeri (Ritual besar) atau saat penobatan balian saleh yang lain
2. Balian Kcik/saleh kcik sebagai anak betino dalam
Belian ini hanya melakukan ritual ritual kecil saja atau ritual yang di gelar oleh suatu kelebu atau larik.

Setiap Balian saleh umumnya memiliki tempat yang amat sakral di rumahnya, dan memiliki kekuatan mistis yang besar. Tempat itu di sebut dengan luwan atau luwen berfungsi sebagai tempat melakukan ritual. Nah,di tempat ritual itu ada benda yang dianggap sebagai tempat bersemayamnya roh leluhur dan tempat memuji roh leluhur biasanya di sebut dengan sangkak. Sangkak ini ada beberapa macam pula,sangka tujuh untuk balian tuo atau saleh gedang yang sudah menempuh upacara naik mahligai(upacara ini akan di bahas lebih lanjut),dan sangkak limo untuk balian salih kcik.
                                    gambar di bawah ini adalah gambar Luwen beserta Sangkak.
                                       


  sangkak tujuh tempat bersemayam nya roh para leluhur


Untuk mempelajari ritual kuno suku kerinci,saya mengambil contoh di wilayah siulak karena masih banyak yang melakukan ritual ritual tersebut.
    Berbagai Ritual yang berkaitan dengan Pemujaan Roh nenek moyang di Siulak (kerinci bagian Hulu) di sebut dengan "Pelaho" berasal dari Kata "peliharo " yang berarti Pelihara atau Memelihara. Ternyata kata "pelaho" mengandung makna yang dalam Sekali di mana Para Leluhur Memerintahkan Supaya anak keturunannya memelihara segala tradisi dari Mereka terdahulu. 
   Upacara pelaho ini tidak lepas dari sesajian yang wajib ada untuk di persembahkan kepada leluhur seperti
1.  Jikat yaitu beras yang di masukkan dalam bakul. ada dua jenis jikat yaitu jikat bagantang sebanyak 8 canting beras biasanya dan Jikat secupak sebanyak 1 canting 3 genggam selain itu juga diisika cincin anye dan sejumlah uang sebagai persyaratan
2. perlengkapan Sirih Pinang,rokok enau dan tembakau sebagai tanda penghormatan kepada leluhur. sirih in i di bentuk sedemikian rupa sehingga ada namanya sirih tigo kapur,sirih tigo silo atau sirih berajo,sirih tigo kalinsung,sirih pangucap sirih punyayo,sirih tujuh pinang tujuh.
3. Jamba,biasanya di gunakan ayam hitam,ayam putih serta ayam berwarna kuning
4. Kain putih biasanya di sebut kain limo jito
5. benang sepuluh dan keris
6. bebagai bunga bungaan,dalam bahasa setempat bunga yang digunakan seperti bungo cino,bungo pandan,bungo kembang alo,bungo karangmanding,bungo sepeleh hari,bungo kembang setahun,bungo talipuk tebing tergantung dari ritual apa yang akan di laksanakan.

sesajian yang biasa di gunakan saat upacara


Pelaksanaan ritual
adapun rangkaian ritual yang wajib dilaksanakan saat upacara pelaho ini berlansung adalah
1. pemanggilan arwah leluhur oleh para balian saleh dengan mantra mantra yang mereka senandungkan biasa di sebut dengan nyaro
gambar balian yang memanggil arwah leluhur

2. upacara asyik yaitu para balian saleh menari sambil memuji roh leluhur sambil mengucapkan matra (nyaro) dengan diringi oleh dap(sejenis rebana tradisional) dan gong. biasanya para balian saleh akan kesurupan atau di masuki oleh arwah leluhur mereka disaat itulah masyarakat dapat berkomunikasi dengan arwah leluhur
 para balian sedang melakukan asyik


balian saleh sedang berkomunikasi dengan para leluhur

3. upacara ini biasanya di akhiri dengan kenduri bersama.

Berbagai jenis Upacara Ritual/pelaho yang dilaksanakan
1. Pelaho Tulak Bla
upacara tulak bla ini dahulu dilaksanakan setahun  sekali sehabis panen raya atau sebelum kenduri sko. para Balian akan mengelilingi kampung kampung dengan tujuan mengusir roh jahat,penyakit dan lainnya,upacara ini dilaksanakan selama tujuh hari berturut turut di mulai di suatu tempat yang namanya ujung tanjung muaro ayi mukai dan di akhiri disuatu tempat yang bernama pasemba (menurut keyakinan mereka tempat roh2 jahat yang diusir disemayamkan). 
pelaksanaan asyik tulak bala para balian saleh mengelilingi desa sambil membaca mantra untuk mengusir roh jahat.(di Mulai dari Daerah Ujung Tanjung  Muaro Air Mukai. Mukai Hilir Sekarang)


akhir upacara tulak bla di pasemba(pasembah dulunya terletak Di Tanjung Kemintan di tepian Sunagi batang Merao).

2. pelaho ngayun Luci
upacara ini juga digelar setahun sekali sewaktu padi mulai berisi dengan tujuan agar panen mereka berlimpah dan terhindar dari hama .

gambar Luci,,,sesajian yang wajib ada saat asyik ngayun luci.

upacara asyik saat ngayun luci untuk memohon kesejahteraan dan keselamatan (lamat)


3. palaho naik Mahligai 
naik mahligai dilakukan oleh para balian yang telah mencapai puncak spritualitas mereka sehingga untuk mendapat gelar sebagai balian tuo atau salih gedang mereka harus di uji dengan bebagai kemampuan mereka
sperti menari diatas kaca( niti gunung kaco),menari di atas pedang(niti gunung pedang),menari diatas mangkuk(niti mangkuk tujuh),menari di atas api(niti laut api ) dsb.bila para balian berhasil melewati itu maka akan di dudukkan di atas singgasana yang dalam bahasa setempat di sebut mahligai.
Seorang balian salih sedang meniti mangkuk tujuh


4. asyik Tauh
biasanya di lakukan untuk memohon turunnya hujan dan dilakukan di tepi sungai,para balian akan menari sambil memuji roh leluhur
5. basambai
upacara basambai sudah jarang dilakukan oleh penduduk.
6. pelaho mintak lamat ( memohon keselamtan)
7. palaho jenim 
biasanya digelar setelah 40 hari kematian seseorang bertujuan untuk mengembalikan semngat hidup keluarga yang ditinggalkan
8. Nyambung Suhat
dilakukan oleh seseorang yang telah sembuh dari suatu penyakit yang parah 
dan lain lain
9. Nujo Padang
upacara yang di lakukan untuk memohon izin pada leluhur ketika seseorang mau membuka hutan untuk di jadikan ladang
u
upacara Nujo padang

Mari  kunjungi kabupaten kerinci wilayah yang penuh pesona dengan berbagai wisata budaya yang di milikinya





       


   
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: