Jumat, 25 Mei 2012

Tigo Luhah Siulak Tanah Sekudung

 

;

                                                                              
 



                                                                                

                                                                     

Siulak Tanah Sekudung di sebut dengan istilah Adat dewek pusako mencin.anjung lain tepian mencin artinya memiliki wilayah dan istiadat serta hukum tersendiri (daerah otonomi).Hal ini di sebabkan pemisahan kemendapoan dengan tigo luhah tanah semurup yang terjadi lebih kurang tiga ratus tahun yang lalu (berdasar piagam kesultanan jambi yaitu 1116 Hijriah sekitar Tahun - 1695 M ) yaitu saat pembagian kekuasaan depati empat dan depati delapan helai kain. Saat itu kerinci terbagi atas tiga bagian.
1. Tanah Sugih yaitu tanah Depati Empat,di sebut tanah sugih karena depati empat lah tempat para raja dan para jenang dari jambi berkumpul atau tanah tempat pertemuan Raja Raja di Sandaran Agung
2. Tanah Pilih Yaitu Tanah Depati Delapan Helai Kain (mendapo delapan) di sebut Tanah pilih karena disinilah letaknya Hamparan besar Tanah Rawang, balai musyawarah Adat Alam Kerinci
3. Tanah Putih yaitu Tanah Depati Bertiga Tanah Sekudung di sebut Tanah Putih karena wilayah ini mempunyai kekuasaan tersendiri tidak terikat Mendapo delapan dan Depati Empat.

Sebelum menjadi Tigo Luhah Tanah Sekudung wilayah ini termasuk kedalam pemerintahan Mendapo Selapan yaitu didalam Kemendapoan Semurup-Siulak dengan Depatinya sebagai berikut
1. Depati Rajo Simpan Bumi Mangku Bumi berkedudukan di Siulak Panjang- Siulak Gedang
2. Depati Mudo Pamuncak di Semurup
3. Depati Mendalo Bumi di Belui Tinggi
4. Depati Rajo Simpan Bumi Indra Laksana di Dusun Balai Semurup
wilayahnya :
Adapun perbatasannya dengan Yang Patuan Maraja Bungsu, Gunung Berapi dan perbatasannya dengan depati empat muara Sekungkung mati dan pebatasannya dengan Raja Hitam dan Raja Putih Bukit Tulang orang dan pebatasannya dengan orang Tebo pangkal titian. Itulah adanya perihal perintah Seri Sultan Anum Suria Ingalaga

dalam Surat Piagam Lain Juga ada salah satu Depati yaitu Depati Rikno Intan Kupalo Sembah

Kemudian pada tahun 1116 Hijriah karena adanya Gejolak Politik pemerintahan kelima depati Tersebut maka timbullah Konflik yang berujung peperangan antara dua Wilayah yaitu antara Semurup dan Siulak. Lokasi peperangan tersebut berada di Hilir Dusun Koto Mebai, di sekitar air Panas semurup dan disekitar Pulau Luweh perbatasan Pendung Mudik dan Sungai Langkap. hal ini lah yang menyebabkan Sultan jambi saat itu Sultan Anum Suria Ingalaga mengutus Depati karta Negara untuk memisahkan kedua wilayah Ini yang Mana Tiga Luhah Tinggal di Semurup dan Tiga Luhah Tinggal di Tanah Sekudung
Tigo Luhah Tanah Semurup yaitu
1. Depati Kupalo Sembah Dusun Balai
2. Depati Mudo  ( Dalam Piagam Disebut Depati Mudo Pamuncak ) Koto Tengah
3. Rajo Simpan Bumi Indra laksana/ Rajo Simpan Bumi Berdarah Putih di Koto Dua
selanjutnya disebut Pamuncak Tanah Semurup, ujung Tanah Mendapo Delapan

Tanah Putih atau tanah sekudung di kuasai dan diatur oleh depati bertiga pemangku berempat dan ninik mamak permenti yang delapan.
a. Depati yang Bertiga
1. Depati Intan Di Siulak Mukai
2. Depati Mangku Bumi di Siulak Panjang
3. Rajo Simpan Bumi di Siulak Gedang

b. Pemangku Berempat disebut juga dengan Bungkan Parbokalo yang empat
1. Pemangku Rajo
2. Jagung Tuo Nyato Depati
3.Serajo Tuntut Gedang
4.Demong Sakti
Ninik Mamak permenti selapan
1. Rio Mudo
2. Sulah
3. Jagung
4. serajo
5. Temenggung
6. Rajo Indah
7. Rajo Penghulu
8. Rajo Liko


Berikut ini Pembagiannya lagi :

A.Depati intan kemudian dibagi menjadi berempat orang:
1.Depati Intan Tengah Padang tudung negri koto jiwa
2.Depati Intan Pagar Bumi Jati alam batuah
3.Depati Intan Kumbalo Bumi
4.Depati Intan Maro Masumai
Permentinyo tigo orang:
1.Rajo indah
2.Rajo liko
3.Rajo penghulu
  Apo kagedeng dio,anak tuo cucu tuo.jauh rajo kaganti rajo parak rajo kabayeng rajo,apo pangkat rumah gedang dio situ tataruh ambang yang liba situ tasangkut pukat yang panjang,pancung sulo dendo sakti,munting breh mengendap ke dalam,tebu panjang keladi berisi,Perak Indah Tari Matiko,Puyuh panjang dengung ketitir panjang ranto,urang jibut beralih muko. apo pusako titaruh di situ namonyo cap karang hindu namonyo ulak piagam belang namonyo rak warno intan kum segalo bumi rajo.Megangkan Patulak Bahayo Patulak Bala.

Penjelasan:
ada banyak sekali gelar Depati Intan di Siulak Mukai tetapi ada beberapa yang mempunyai Cap Piagam yang berarti kedudukannya di akui oleh Kesultanan Jambi dan Indrapura yaitu Depati Intan Kumbalo Bumi, Depati Intan Kumbalo Sri serta Depati Intan Maro Masumai
Depati Intan Kumbalo Sri nama asli beliau adalah Ajo Dubalang merupakan anak dari ninek baik Serintan Nyato asal Semurup  dengan Manti Dubalang  Asal Siulak Mukai. Dengan Kata Lain Depati Intan Kumalo sri adalah  kemenakan dari Depati Kepala sembah. sebelum berpisah dari pamuncak tanah semurup,Wilayah Kemendapoan Semurup-Siulak  di Pimpin salah satunya oleh Depati Rikno Intan Kupalo Sembah  dengan wilayah Hilir sehinggo Maro Sekungkung mati mudik tersekut Gunung Berapi . Tetapi setelah berdiri kemandapoan tanah sekudung dimana Tigo Luhah tinggal disemurup dan tigo Luhah menjadi Tanah Sekudung. maka, Gelar Depati Kepalo Sembah tinggal di semurup, Depati Intan balik ketanah siulak dengan gelar pusako depati  intan kumbalo bumi kum segalo bumi rajo. Beliau bertugas menjalankan Hukum adat di wilayah tanah sekudung.Rumah gedang beliau di Siulak Mukai. Hal ini Terjadi setelah peperangan besar antara siulak semurup yang memakan korban jiwa,maka oleh Raja Jambi Saat Itu Sultan Suria Ingalaga Mengutus Depati Karta negara Menyelesaikan Masalah tersebut Di Balai Adat Pamuncak Tanah semurup Kemudian dipisahlah siulak dengan nama tanah sekudung yang di pimpin depati bertiga,pemangku berenam ,ninik mamak permenti delapan. Selain itu Setelah Depati Intan Kumbalo Bumi berkuasa di Siulak Mukai, Wilayah kekuasaannya terpisah setelah Depati Intan Muaro Masumai mendapat pengakuan berkuasa dari Kesultanan Jambi dengan Wilayah hilir Hingga Batu berjajar duo tempat siamang mati berayun ( Siulak Deras Mudik sekarang ) mudik hingga Ladeh Bento Gunung Berapi.

B.Depati mangku bumi di bagi menjadi berempat urang:
1.Depati mangku bumi suto menggalo di Siulak Gedang anak gento Menggalo
2.Depati mangku bumi tanah mendapo di Koto Beringin
3.Depati mangku bumi karang setio di Dusun Dalam
4.Depati mangku bumi kulit putih suko berajo di Siulak Panjang
                       Depati mangku bumi kulit putih suko berajo kalebunyo tigo di siulak panjang
                               1.Depati Mangku Bumi Kulit putih Suko dirajo
                                2. Depati Mangku bumi Susun Alam
                                3.Depati Mangku Bumi Payung Alam
Permenti nyo duo orang:
1.Rio mudo
2.Serajo
3.Temenggung

  Apo kagedeng dio,memegang kerat kudung gabung tanah,sungai yang babatang gunung yang memunca serto imbo yang mendawo.Dio duduk dipintu gedang dio bajuntai dipintu kcik,kedarat ba bungo kayu,apo lah pangkat umah gedang dio umah hutan umah tanah,apo pasko titaruh disitu kain cabuh talukih cindai agam,bagumbak mas babaju perak kain segabung tigo sekerat tinggan di koto payang dirumah pusako rajo hitam tanah mendapo tunggu balai beratap ijuk lik maro sekungkung mati,sekerat balik ke koto beringin luhah jagung merajo indah sungai langit depati merajo.Memegang Pasambai Indah
Penjelasan :
Beliau Bernama asli matcatah cucu dari mangkudum semat dari pihak ayah dan imam jelil dari pihak ibu.konon beliau lah yang pertama kali melakukan pemberontakan kepada pamuncak tanah semurup dengan keinginan membentuk kedaulatan sendiri.Setelah meminta persetujuan pangeran temenggung dari jambi dengan mempersembahkan kulit siamang putih,maka beliau di hadiahi kain cabuh terlukis cindai agam sebagi persetujuan.ketika beliau pulang dari jambi dengan membawa seekor kerbau,beliau dihadang di semurup oleh depati semurup merah mato,tetapi beliau diselamatkan oleh puti seteruh mato anak ninik suri alam di koto dua lamo semurup maka semenjak itu koto dua semurup mempunyai ikatan erat dengan siulak panjang.dimana beliau mengangkat puti seterus mato sebagai saudara.
   Karena merasa dihina oleh depati semurup merah mato maka beliau menyusun kekuatan untuk berperang denagn semurup beliau mengangkat temenggung baju bsi(temenggung adil bicaro.konon prajurit dari kerajaan sriwijaya)sebagai panglima perang. Peperangan ini memakan banyak korban dari semurup seperti pepatah adat dikatakan bahwa Tempat terjadinya peperangan di "Lik muaro air sulak kecik.Ke lembak tanah mungguk malintang lisut ampo pedang baperit, aru dalam pungala timawak bulebuk tudung ngapuk, lubuk sakijeng tudung anyut". Tudung anyut konon adalah kepala korban perang yang hanyut. Setelah menang perang maka beliau memancung Ninik Jadun sebagai tanda perbatasan wilayah.Oleh sebab itu,beliau menguasai semua utas dan batas wilayah serta seluruh tanah yang ada di seluruh tanah sekudung.beliau mendapat gelar Depati Mangku Bumi Kulit Putih Suko Derajo di siulak panjang dan depati mangku bumi tuo suto menggalo di siulak gedang. Setelah Kalah Perang Pamuncak Tanah semurup Merupakan Anak batino tanah sekudung.
C.Rajo Simpan Bumi dibagi menjadi berempat orang
1. Rajo simpanbumi hampa setio alam
2. Rajo simpan bumi tunggun setio alam
3. Rajo simpan bumi karang setio tanah indopuro
4. Rajo simpan bumi tudung setio alam putih
 Apo kagedeng dio,ka ayi babungo ayi,ka rimbo babungo kayu,kunci erat bilik dalam. Apolah pangkat umah gedang dio umah gedang umah pasusun, panyusun kito yang duo luhah, apo pasko titaruh disitu naruhkan lantak ngan idak guyih,kait ngan idak sekah,naruhkan kain curing langit naruhkan kungkung padi yang amat gedang naruhkan teropong yang amat teruh, cermin yang idak kabur ,nyeminkan kito yang duo luhah.Memegangkan Pasuguh Agung.
 Penjelasan:
Rajo simpan Bumi menurut sejarah bernama asli sultan gegar muhammad alamsyah keturunan dari kerajaan indrapura,sebab ketika terjadi peperangan di indropuro beliau balik ke siulak gedang di rumah temenggung kayo. Nama rajo simpan bumi adalah gelar bangsawan dari  kerajaan indropuro bukan dari jambi. Dalam wilayah tigo luhah tanah sekudung beliau adalah sebagai anak batino tuo.dan bertugas menyimpan pajak ataupun semua penghasilan yang berasal dari wilayah tanah sekudung,maka beliau di sebut keair berbunga pasir kedarat berbunga kayu.Beliau adalah anak betino dari dua depati sebelumya. Maka apabila ada kenduri adat Tigo Luhah Tanah sekudung Maka tempat nya di Siulak Gedang. Karena Siulak gedang Ibu Negeri Dari Tanah Sekudung Siulak.
 Rumah gedang beliau di Siulak Gedang
permenti ada dua orang :1. Serajo
                                      2. Sulah

Pembagian Permenti Yang delapan
1. Temenggung terbagi duo
       a.Temenggung Mudik
          Temenggung tuo Susun Negeri
          Temenggung Titin Dirajo
        b. Temenggung Hilir
            Temenggung Adil Bicaro
            Temenggung Pasak Negeri
            Temenggung Hadir Kayo
            Temenggung Kancin Negeri
2.Serajo Kalbu Yang Limo
       Serajo tumbuk Krih
       serajo Tuntut Gedang
       Serajo Tunggal
       Serajo Duo Kedudukan
       Serajo Indah
3. Jagung Kalebu Yang Empat
     Jagung tuo Susun Negeri
     Jagung Indah Besar
     Jagung  Batuah
     Jagung Tuo Nyato Depati
     Asal Namo Sko Bujang Agung
4. Rio Mudo
      Rio Mudo Mangku Bumi
      Rio Mudo Pengapit
      Rio Mudo Nyato Depati
      Rio Mudo Susun Negeri
5. Sulah
     Sulah Putih Telawang Lidah
     Sulah Kudrat
     Sulah Besar
     Sulah Panjang Belang
6. Rajo Indah
7. Rajo Liko
8. Rajo Penghulu

Dalam cap piagam depati intan dikatakan bahwa wilayah tanah sekudung adalah ; " Hilir sehinggo Aro tebing Tinggi Mudik Sehingga Ladeh Bento gunung berapi ".
Dalam cap Piagam Pegangan Depati Mangku Bumi di terangkan bahwa
-Sebelah hilir  Ijung Panjang, belah mudik Benso Dirajo, belah tengah tempat ninik Jadun kedarat ke tap baleguh, terus ke guguk batungku tigo, lepeh ke tebat di lupak mendaki batang cimeteh, teruh kebukit sarang imau ta tepat gunung maninjau jalan teruh ke air nyuhuk. (Perbatasan DEngan Pamuncak Mendapo Tanah semurup).
-Ke lembak tanah mungguk malintang lisut ampo pedang baperit, aru dalam pungala timawak,bulubuk serigi nambak bulubuk tudung ngapuk, lubuk sakijeng tudung anyut teruh ke maro sungai mancur, mendaki ke koto ubi, jalan teruh ke padang talang tatepat ke gunung bujang. Jalan teruh betung belarik terjun kearun dalam, teruh ke telun berasap, lepeh ke lubuk buih baratemu Rio Mungempai, Rio mengundan duduk bajuntai diateh aka, Gela Panglimo Sirah Mato, itu tunggu ulu Sungai Tabir.(Perbatasan Dengan Kabupaten Bungo )
-Tasiku gunung Berapi teruh ke gunung tirai embun lepeh ke bukit amparan kain, teruh ke gunung kuduk jawi, lepeh ke batu sikai kambing, bertemu denganTuanku merajo bungsu bagumbak putih bajanggut merah batulang abang diam di lekuk Sungai Pagu(perbatasan dengan Kabupaten Solok Selatan).
           -Terjun alu perindu teruh ke bukit lingkung badegungkke gunung bungkuk, kalu sahinggo itu kiun ingatkan urang pasimpai di Koto Enau, kalu sahinggo itu kumahin ingatkan kito Tigo Luhah Tanah Sekudung
-Terjun ke muaro telang nak munjalang sungai linguh, tarantak ke sako kecik, baratamu dingan Datuk Menti Benda  SePuluh.
Tatkalo maso agi dulu, dicabikkan sirih di temihkan pinang, ado buat dingan  janji sado berdamar     kupalo tupai, sado ba ungko bakuau  itulah pegang dio Datuk menti Benda Limo Puluh (Indropuro/Perbatasan Dengan kabupaten Pesisir selatan).
Manolah pegangan kito Tigo Luhah Siulak Tanah Sekudung 
Sado nang runyam kayu ksigi, sado bakayu kayu kemenyan ,sado  bukarau abang pipi, sado ba burung gerugo hutan,sado babungo bungo rampai, bungo satundun sepelas hari, itulah pegang kito tigo luhah Tanah Sekudung Siulak. 

Kemudian Dari Pada itu  dibagikan pula pegang wilayah masing-masing Depati, Ninik Mamak Permenti dalam tigo Luhah Tanah Sekudung.
Pegangan Depati Intan Kumbalo Bumi " Hilir hinggo aro tebing Tinggi Mudik Tersekut Gunung Berapi  Tasiring Kupado Depati Mangku Bumi".
 

Mano Pegangan Depati Mangku Bumi sejak Gunung Berapi Badegun Ka Gunung Bungkuk Tasiring Benso Derajo. Sejak Gunung Bungkuk Teruh Tanggo Bajuntai Lubuk Batuah munepat Guguk Batungku Tigo di tunggu Temenggung Rio Mudo, Tumenggung Rio Mudo megangkan Tigo Koto,Pertamo Koto Muaro di Dusun Baru Luhah Demong Rio Bayan, Kaduo Koto Cempedak di Siulak Panjang, katigo Ujung Tanjung Koto Beringin Malako Kcik Luhah Jagung Marajo Indah Sungai Langit Depati Marajo.
 

Mano Pegangan Benso Derajo serto anak Buah Anak Penakan Beliau Tasiring di Gunung Bungkuk teruh Tanah Jiluwai Munepat Katebat Lupak lik Gua Sarang Imau munepat Koto Jelil Koto Tinggi lik Guguk Batungku Tigo teruh Koto Aur munepat ka Tempat Jadun batumbuk Serijung Panjang Tanah Semurup. 
mano Pegangan Depati Intan Maro Masumai " Mudik Ladeh Bento Gunung Berapi hilir Singguk Batu Gedang berjajar duo tempat Siamang Mati berayun Ingat jajar Serajo Tuntut Gedang.

Tujuh Kali Mengangkat Pesap
Pesap di angkat Bawah Mensiro
Tujuh Kali Bumi Terkirap 
Jangan Di ansak Karang Setio.

Kalu Diansak Karang Setio
Lah rebah si kandang pampeh 
lah terampa sekandang bangun
cecak masuk bengkarung masuk
kikih celak hanyut piagam
kecut payung mungkeh mahkuto
Ilang Kurik terendam Belang
Kabarkan Kubur Nenek Moyang  

Burung Pikau Terbang Ke langit
tibo dilangit Maco cerito
hilang pisau tibo penjahit
hilang tuah celako tibo

Berjalan Sampai ke Batas,
Menepat Janji Lampau Sampai ke Pulau
Iluk-Iluk Berhumo Rimbo,
Malang Capo Tumbuh di Renah,
Iluk iluk mamaco tando
Ilang Tembo ilang Tanah

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: